Wood Pellet Bangkalan Rambah Pasar Baru

bersama abah Irham
Baru baru ini pabrik wood pellet Gerbang Lestari yang dimiliki oleh Masyarakat Geger yang berada dalam Wadah Ponpes Darul Ittihad telah menjual produknya ke lokasi yang cukup jauh, Pangalengan Bandung. Pabrik wood pellet ini dikelola oleh IDEAS Semesta Energi dengan karyawan lokal dengan kemampuan yang tinggi. Abah Irham, Pengasuh Ponpes Darul Ittihad sekaligus Penggagas dan Founder Pabrik Wood Pellet Bangkalan mengatakan bahwa pasar-pasar lokal sudah terbuka peluang untuk menyerap wood pellet.
Pemuatan ke truk
Selain itu, Direktur IDEAS, Daru Asycarya bermimpi bahwa pabrik wood pellet Bangkalan yang menjadi perintis perpelettan akan terus berkembang menjadi penyumbang utama penyediaan energi terbarukan di Indonesia. Bukan pellet biasa, karena wood pellet dari Bangkalan ini berasal dari bahan baku kaliandra dan kayu kemlandingan yang memiliki kalori tinggi, ash konten rendah dan mutu pembakaran yang sangat bagus. Seperti diketahui, tanaman kaliandra adalah jenis tanaman trubusan berotasi pendek yang memiliki ketangguhan luar biasa terutama di lahan lahan kritis dan tidak produktif. Sebagi strategi pengelolaan, menjemur serbuk saat listrik mati menjadi cara yang baik untuk mengurangi beban biaya operasional. DA/09.09.17
Jemur serbuk

Saatnya Membangun Bisnis Untuk Rakyat

IMG_4698-min

KH Ali petani hutan rakyat di Kombangan, Geger, Bangkalan merasa jengkel. Betapa tidak, tanaman kaliandra yang sudah ditanam 3 tahun lalu baru sekali saja dipanen untuk dikirim ke pabrik wood pellet CV Gerbang Lestari dan habis itu tak ada permintaan lagi. Namun setelah mengikuti acara Dialog Stakeholder dalam rangka Penyerahan Pabrik Wood Pellet dan Pengembangan Wood Pellet Berbasis Masyarakat tanggal 27 September 2016 yang digelar oleh Ditjen PSKL KLHK, Haji Ali merasa lega karena peluang bangkitnya pabrik wood pellet ini ternyata masih ada. Acara tersebut dihadiri sekitar 130 orang dari berbagai latar belakang seperti BPDAS Brantas, Perum Perhutani, Buyer, Praktisi Bisnis, Kelompok Tani Gerbang Lestari, Tokoh Masyarakat, Pemda Bangkalan, Dishutbun, Akademisi dan pemerhati menjadi momen penting untuk menyaksikan keluarnya “bayi” dari sang inkubator. Mafhum saja jika pabrik wood pellet ini belum menghasilkan lagi sejak akhir 2014 karena berada pada masa inkubasi yang terus dievaluasi dan ditemukan kendala-kendala serta pemecahannya. Dari mulai persoalan kualitas mesin sampai dengan efisiensi yang rendah dan persoalan sosial. Tak gampang memang mengubah pola manajemen tradisional menjadi manajemen modern yang perlu ditransformasikan ditengah watak ketradisionalan masyarakat madura.

IMG_4735-min

Haji Ali adalah potret dari 20 Ketua dan wakil Poktan yang hadir pada acara tersebut yang tak kuasa menyembunyikan ekspresi wajah kegembiraannya. “Saya melihat perkembangan pabrik wood pellet seperti ini sangat lega dan bersyukur karena mesin-mesin pencetak pellet tidak lagi menjadi besi tua dan tempat jemuran pakaian,” ujar Apik Karyana sambil tersenyum. Sekditjen PSKL ini juga meninjau mesin-mesin yang sudah direhab secara signifikan dan pameran produk-produk energi terbarukan berbasis biomassa. Optimalisasi mesin-mesin wood pellet dilakukan oleh IDEAS Consultant menggandeng CV Suryabaja Engineering setelah mendapat restu dari KH Irham Rofii Pimpinan Ponpes Darul Ittihad yang mewakili juga FMU Gerbang Lestari dan masyarakat Geger. Rencananya pabrik wood pellet ini akan bisa mencetak pellet kayu sebanyak 2 ton per jam atau sekitar 25 ton per hari dengan shift panjang. Manajemen pabrik dan bahan baku akan ditangani langsung oleh IDEAS dengan melibatkan masyarakat lokal. Aspek manajerial akan diperhatikan dan ditangani secara profesional agar pabrik ini bisa menangguk untung lebih banyak dan administrasi dilakukan secara transparan melibatkan pihak Ponpes dan SBE sebagai bagian dari Konsorsium. Pihak ICCTF yang menghadiri acara ini yaitu Yosep dan Fauzan turut mengapresiasi perkembangan pabrik pellet ini. Salah satu keberhasilan proyek ICCTF adalah direplikasikannya konsep Bangkalan Model Project ke lokasi lain, katanya. Di sela-sela pertemuan, Daru Asycarya Direktur Utama IDEAS menyampaikan bahwa proyek serupa ini telah dikembangkan di daerah Mamuju Sulbar dan di Lombok Utara NTB melalui funding MCA Indonesia dengan sedikit variasi di kemasan konsepnya. Namun penanaman kaliandra sebagai bentuk short rotation coppice system menjadi fokus utama dalam membangun energi terbarukan yang sustainable.

IMG_9997-343075_200x200

Pantang menyerah

Pondok Pesantren Darul Ittihaad sebagai penerima hibah menurut KH Irham Rofii berperan aktif dalam ikut “menyelamatkan” aset pabrik dan aset sosial masyarakat yang rata-rata mereka hidup sebagai petani hutan. Jika Ponpes tidak turun tangan, kekhawatiran akan tidak terurusnya pabrik wood pellet ini bakalan terjadi. Pak Kyai Irham adalah mainstream dari Three Musketeer yang menjadi tokoh pergerakan lingkungan di Bangkalan selain H. Ghozali Anshori dan H. Nuryanto yang masih peduli. Dengan menggandeng IDEAS dan Surya Baja Engineering persoalan-persoalan pabrik bisa perlahan-lahan diatasi. Kami saling memompa semangat untuk berjuang, jika saya turun semangat maka Pak Daru dan Pak Yono memompannya agar bangkit, atau sebaliknya jika Pak Daru nglokro maka saya dorong agar dia tetap tegar. Inilah bagian dari persaudaraan kami untuk membesarkan “bayi” kami yang masih tidur dalam “inkubator” tandas KH Irham. Selain tiga pihak di atas, PT EMI atau Energy Management Indonesia akan memberikan support penyambungan listrik dan modal kerja demi suksesnya pabrik wood pellet di Bangkalan ini, kata Agung Jatmiko selaku Dirut EMI dan Burhan yang turut mempresentasikan pandangannya dalam dialog stakeholder selasa lalu. EMI sangat concern untuk membantu pabrik ini karena sejalan dengan visi dan misinya dan akan dikembangkan kajian penggunaan kompor wood pellet bagi masyarakat,”imbuhnya.

Menurut perhitungan Tursiyono, proses pemulihan pabrik ini sudah mendekati rampung, tinggal melengkapi panel listrik dan kabel-kabel, setting alat, serta penyambungan listrik PLN. Teknisi kami bekerja siang malam untuk merehab mesin dan mempercantik tongkrongan mesin, walaupun kadangkala aliran listrik byar pet. Kami akan mengawal pekerjaan penyempurnaan mesin sampai beroperasi dan melakukan maintainance secara teratur,” imbuh Tursiyono. Apresiasi diberikan juga oleh Sugeng Marsudiarto mantan Kasubdit di Perhutanan Sosial KLHK yang saat ini bekerja di KIFC (Korea Indonesia Forest Centre). Menurutnya, apa yang sudah dilakukan oleh IDEAS dan SBE sungguh luar biasa, kerjakeras dan saling menopang memberikan kekuatan terwujudnya pabrik wood pellet yang lebih berpengharapan kedepan. “Pengalaman kegagalan memberikan pelajaran yang terbaik, semoga para penggiat pabrik ini terus berjuang sampai menemukan kesuksesan. Apalagi pada hari ini hadir beberapa praktisi bisnis wood pellet seperti Ibu Sari dari Subang Jabar dan Pak Herbert yang bisa membimbing pasar yang lebih menjanjikan,” imbuhnya.

IMG_4510-min

Pilihan Pasar Wood Pellet

Sari seorang pengusaha Pellet dari Subang membeberkan pengalamannya bergulat dengan bisnis sosis kayu ini yang mengalami pasang surut. Terakhir dia mampu mendulang “emas coklat” di pasar lokalan. Permintaan pabrik tahu terhadap wood pellet sangat tinggi dengan harga yang bersaing dengan pasar Korea. Bahkan kita memperoleh beberapa keuntungan, pertama harga wood pellet lokal cukup tinggi, kedua tidak perlu repot-repot melakukan ekspor yang urusannya bikin pening kepala, ketiga bisa membantu usaha kecil menengah meningkatkan efisiensi bahan bakar sehingga menguntungkan buat mareka, kata dia. Sugeng menambahkan jika harga wood pellet dunia saat ini memang sedang agak lesu karena pengaruh anjloknya harga BBM dan batubara. Pasar Korea juga ikut-ikutan lesu. Menurut Herbert, pengusaha pelletizer merek Jerman mengatakan bahwa harga pellet kayu di Korea berkisar 110 USD sampai 120 USD per ton. Tapi masih ada peluang untuk bisa ekspor ke Jepang maupun Eropa dengan harga diatas 250 USD per ton walaupun permintaan kualitas produknya sangat ketat. China tampaknya juga butuh pellet dengan harga yang sangat murah. Jika pabrik pellet kita tidak efisien, maka kita bisa rugi karena kalah bersaing dengan lainnya.

IMG_4551-min

Pabrik pellet Bangkalan ini bisa memilih bagaimana mendongkrak pasar yang lebih ramah buat bangsa ini. Jika BUMN memiliki tagline Berbakti Buat Negeri” maka pabrik ini bisa mensosialisasikan tagline “Energi terbarukan untuk masyarakat Indonesia”. Mungkin sebagian masyarakat masih memandang ini sebagai hal yang absurd. Namun, melihat pada potensi-potensi pengembangan industri hilir dari produk wood pellet ini tak mustahil proyek Bangkalan ini akan membuka mata dunia bahwa bisnis oleh rakyat ini sesuatu yang bisa diandalkan,” ujar Apik Karyana. Pameran produk pada acara ini yang mengilustrasikan produk hulu-hilir mulai wood chips, wood pellet, briket, arang beriket, briket sisha, asap cair, serta demonstrasi penggunaan kompor biomassa dan alat pemanas ternak ayam (brooder) adalah peluang-peluang menarik usaha di tingkat lokal yang nantinya bisa dikembangkan. Peluang pengkajian pendanaan melalui proposal masih sangat terbuka,”katanya. Bahkan Suwardi dan Enik yang sehari-hari bekerja di Lantai 11 Manggala wana bakti merasa optimis bahwa pasar dalam negeri tampak lebih menjanjikan. Kegiatan serah terima aset ini tidak berarti apa-apa jika tidak dilanjutkan dengan pencarian inovasi bisnis yang sesuai dengan karakteristik masyarakat, imbuh Suwardi. Apapun bentuk bisnisnya, masyarakatlah sebagai pengambil keputusannya. (DA/29-09-16)

Alhamdulillah, Wood Pellets Terjual

Alhamdulillah, Wood Pellets Terjual

kcil (1)
Romli, pemuda bertubuh subur yang rajin mengurus pabrik wood pellets CV Gerbang Lestari tampak sumringah mendengar ada calon pembeli lokal dari Propinsi Nusa Tenggara Barat. Kerja keras selama ini sudah mulai menuai hasil dengan dijualnya wood pellet ke NTB. Salah satu pabrik rokok terbesar yang mengelola tembakau bersama petani di NTB telah membeli wood pellets dari CV Gerbang Lestari sebanyak 10 ton untuk drying tembakau pertengahan Agustus lalu. Hitung-hitung hadiah kemerdekaan RI yang ke 70 katanya. Selama ini mereka selalu terkungkung dengan harapan-harapan “palsu” bahwa wood pellet CV Gerbang Lestari bisa dijual ke Korea maupun dijual lokal. Ternyata para Trader yang berjaji akan membeli wood pellet Bangkalan mengeluh karena produktivitas pabrik CV gerbang Lestari sangat rendah. Mereka berhitung bahwa jumlah barang yang diangkut harus layak secara ekonomi. Itulah yang menyebabkan produk wood pellets di gudang pabrik terkatung-katung belum ada yang mau mengangkut. Seperti pepatah “tetuko”, sing tuku ora teko-teko, sing teko ora tuku-tuku.”

kcil (2)
Musabab kendala produksi wood pellet CV Gerbang lestari selama ini adalah kapasitas produksi wood pellets yang belum layak secara ekonomi, sehingga menurut KH Irham Rofii, sebaiknya produksi wood pellet ditunda dulu sebelum kapasitas mesin ditingkatkan. Pernyataan ini diaminkan juga oleh para tokoh masyarakat dan juga oleh mantan Project Manager, Daru Asycarya. Lebih lanjut Daru mengatakan bahwa upaya-upaya peningkatan kapasitas mesin wood pellet baik secara mandiri maupun bantuan investasi mutlak diperlukan. Jika tidak, maka mesin-mesin wood pellet yang berharga mahal ini akan menjadi besi tua. Banyak pihak yang ingin membantu pabrik CV gerbang Lestari melalui bantuan pendanaan berupa investasi perbaikan dan upgrade mesin-mesin pellet.

Tersebutlah PT Energy Management Indonesia (PT EMI) yang tergerak untuk membantu masyarakat Bangkalan ini dalam bentuk investasi upgrade mesin-mesin pemelet kayu kaliandra ini. Aris Yunanto, Direktur Utama PT EMI mengatakan bahwa pabrik wood pellet CV Gerbang Lestari di Bangkalan layak untuk dibantu agar perekonomian lokal tidak mandeg. EMI pun bersedia untuk membantu program cantik ini yang diusung oleh Kemenhut dan ICCTF melalui pengelola proyek IDEAS Consultant menjadi proyek andalan Indonesia yang semakin berkembang dan menjadi percontohan Nasional. Tak tanggung-tanggung, peletizer harus ditambah kapasitasnya menjadi 1,5 ton per jam dan direncanakan menggunakan kualitas Jerman yang lebih terjamin produktivitasnya. “Selain itu, pabrik perlu dilengkapi dengan timbangan mobil, forklift, dan penyesuai-penyesuaian alat pendukung mesin,” lanjut Aris. Pola kemitraan (collaborative management) menjadi jalan keluar bagi seretnya putaran roda produksi wood pellet di Bangkalan. Kyai Irham, Ketua Yayasan Darrul Ittihaad menjelaskan bahwa, “Pada prinsipnya jika ada pihak-pihak yang mau membantu menjalankan pabrik wood pellet Bangkalan ini kami tidak berkeberatan, yang penting sama-sama memberikan keuntungan buat semua pihak.”katanya. Lagipula, jika pabrik Wood Pellets ini nggak jalan, saya mempertaruhkan nama dihadapan masyarakat banyak,” imbuhnya. PT EMI dan pihak Pondok Pesantren mengharap agar manajemen pengelolaan bisnis wood pellet di Bangkalan bisa dilakukan oleh IDEAS Consultant yang selama ini telah mendampingi masyarakat dan pengadaan industri wood pellets.

kcil
Tiga pihak antara Pondok Pesantren Darrul Ittihad, PT EMI dan IDEAS Consultant berencana untuk menandatangani MOU dalam waktu dekat. “Prosesnya tinggal persetujuan mengenai pembagian profit atau profit sharing, setelah beberapa lama terjadi perubahan nilai investasi yang diajukan oleh PT EMI,” kata Daru. Yang jelas, aset masyarakat berupa pabrik dan mesin-mesin wood pellet tetap dihitung sebagai bagian dari kepemilikan masyarakat seperti yang diinginkan oleh pemberi bohir, ICCTF dan pengelola dari BPDAS PS – Kemenhut. Jer Basuki mowo beyo, setiap usaha yang berhasil memerlukan kerja keras dan sungguh-sungguh, maka Tuhan akan memberikan apa yang telah diupayakan. Bravo buat masyarakat Bangkalan, semoga sukses selalu mengiringi.. Aamiin.

Demam RE menular ke Lombok

Daru-IDEAS.3
Setelah beberapa masa proyek Kebun Energi dan Wood Pellet Bangkalan berjalan, sebuah ide yang sebentar lagi terealisir adalah membangun kebun energi kaliandra, gliricidia, atau tanaman banten (lannea coromandalica) di wilayah Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, NTB. Masih dalam tahap FS, kebun energi yang akan dibangun ini akan diintegarasikan dengan pembangunan power plant dengan kapasitas 300 KW berbasis gasifikasi biomassa. Pengalaman pembangunan kebun energi Bangkalan yang inspiratif akan ditularkan di wilayah Lombok ini agar pasokan biomassa sebagai feed stocks listrik bisa terpenuhi sepanjang masa. Kegiatan ini merupakan bantuan MCA Indonesia kepada konsorsium IDEAS Consultant, Perkumpulan KONSEPSI, dan Fak Teknik Kimia, UNS, Surakarta.

Feed stocks menjadi sangat penting karena pembangkit listrik berbasis biomasa atau PLTBm (Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa) akan selalu menggunakan biomas dalam produksi listriknya. Agar produksi berkelanjutan, kebun energi yang disiapkan pun harus dirancang dengan model yang sustainable pula. Kebun energi yang didisain di atas lahan HKM Santong, Lombok Utara ini menggunakan model agroforestry. Kemungkinan, pola tanaman lorong atau tanaman sabuk menjadi salah satu alternatif selain penanaman dengan model intensif dalam hamparan di lahan kosong. HKM Santong ini juga telah memperoleh sertifikat pengelolaan hutan lestari dari Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI). Masyarakat yang sangat butuh listrik ini bermimpi bisa menjual kayu bakar untuk memperoleh aliran listrik. Inilah saatnya untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu.. (DRU-Awal August-2015)

Energi yang Dapat Kembali

Daru-santaiPara Pembaca yang Budiman,

Dunia ini semakin tua, sumberdaya alam semakin langka. Batubara tersingkap dimana-mana, lingkungan hancur tak terkira. Polusi dan emisi CO2 tetap bersemayam di udara. Inilah masa dimana kita bisa memulai. Dari diri sendiri. Menggunakai energi yang bisa diperbaharui.Menggunakan bahan bakar yang dapat kembali. Tanam, Tebang, Terubus itulah rahmat Allah yang kita syukuri. Kebanyakan orang tidak menyadari. Dari kekayaan Indonesia kita sudah bisa mandiri. Hanya keserakahan dan ketamakan yang membuat bangsa ini tidak mampu berdiri di kaki sendiri.
Renungan Akhir Mei 2015.

Salam hangat,

Daru Asycarya – Admin

Deklarasi Green Madura

Deklarasi-Green-Madura-1-511531_200x200

Tanggal 8 Desember 2011 adalah momentum bersejarah. Sebuah deklarasi bertajuk “Hutan Rakyat untuk Green Madura” ditandatangani oleh sekitar 70 pihak yang mewakili masyarakat, pemerintah daerah di wilayah Pulau Madura, Pemerintah Pusat, dan pihak-pihak terkait yang peduli pada penghijauan pulau Madura.
Read more

CV Gerbang Lestari Bakal Kebanjiran Tamu

2014325130006-2696121_200x200

Virus kebaikan yang menyebar dari mulut ke mulut berdampak pada banyaknya tamu yang berkunjung ke Geger. Mulai dari kunjungan Perusahaan semen Holchim, DNPI, KPWN, MUI, Calon Investor dari Korea Mr Moon, Ms Ai Kawamura dari Jepang dan beberapa calon Investor Jepang, Calon Buyer, Kemenhut, BPDAS Brantas, Litbanghut sampai kepada para pelajar atau mahasiswa yang ingin mengadakan penelitian.
Read more

Wajar Tanpa Pengecualian

Wajar tanpa pengecualian

Prof Yanto Santosa pernah berkelakar “Kalau kita ingin menjalankan proyek yang bagus jangan sampai WTP.., loh maksudnya? Karena singkatan WTP adalah Wajar Tanpa Pengeluaran?” Gerr.. peserta rapatpun tertawa. Itu sentilan Pak Yanto ketika pengelola proyek ini merasa takut-takut untuk mengeluarkan uang. Wajar saja karena banyak rambu-rambu yang kita mesti hati-hati agar tidak menyelisihi aturan Kepres 70 maupun aturan SOP ICCTF. Padahal roda waktu terus berputar dimana proyek ini harus selesai selama dua tahun, sehingga jika kita menjalankan kegiatan ini sudah sesuai prosedur, mestinya tidak perlu ragu-ragu melangkah…kata dia.
Read more