Kaliandra dan Tumpangsari (4)

Oleh: Prijanto Pamoengkas & Daru Asycarya

Sistem tumpang sari/Wanatani

DSCN0039Petani di Sulawesi telah menanam Kaliandra sebagai tanaman peneduh di perkebunan kopi, demikian juga di Guatemala dan Costa Rica. Setelah kopi tua di Guatemala dan Costa Rica, Kaliandra diganti dengan pohon peneduh yang lebih besar, seperti Inga, Gliricidia (Gamal), dan Erythrina (Dadap). Di Sri Lanka, para petani sudah menunjukkan minat mereka untuk menggunakan Kaliandra sebagai pohon pelindung berukuran sedang di perkebunan teh. Di Jawa Barat, petani menanam Kaliandra sebagai pohon peneduh semai di hutan tanaman kayu bernilai tinggi, seperti Agathis loranthifolia (Damar) dan Tectona (Jati), Swietenia (Mahoni), dan Pinus. Kaliandra ditanam rapat di sepanjang garis kontur di antara barisan jenis tanaman kayu utama. Barisan tanaman pohon peneduh biasanya berjarak 2,5-3 m dari pohon penghasil kayu, bergantung pada kemiringan lahan. Kaliandra dipangkas secara berkala, dan hasil pangkasan dikembalikan ke tanah sebagai pupuk hijau dan mulsa. Pohon peneduh menghambat pertumbuhan gulma, mencegah erosi tanah, dan meningkatkan kesuburan tanah.

Kaliandra juga berpotensi tinggi untuk tumpang sari dengan tanaman pangan seperti jagung, padi atau kacang tanah. Hasil awal dari percobaan tumpang sari barisan menunjukkan bahwa pohon ini sebaiknya ditanam dengan jarak tanam 2,5 m dalam barisan dan dipangkas setinggi 50 cm. Biomassa hasil patumpangsaringkasan kemudian dikembalikan ke tanah sebelum penanaman tanaman pangan. Barisan Kaliandra mungkin juga perlu dipangkas sekali atau dua kali lebih banyak selama musim tanam, untuk mengurangi persaingan mendapatkan cahaya dan kelembaban tanah.

Petani di Indonesia juga melakukan tumpang sari antara Kaliandra dan jenis tumbuhan perdu lainnya bersama dengan tanaman pangan di lereng bukit (tingkat kemiringan kurang dari 45 persen) dalam barisan mengikuti garis kontur yang berjarak 1,5 m sampai 2 m. Barisan tanaman dipangkas untuk dijadikan mulsa selama musim kemarau dan pupuk hijau selama musim hujan. (DA-28/11-15)

One thought on “Kaliandra dan Tumpangsari (4)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>