Kaliandra dan Wood Pellet – 06

Oleh: Prijanto Pamoengkas dan Daru asycarya

Produksi wood pellet

IMG_3666Salah satu sumber energi alternatif yang dikembangkan dari hasil hutan, yaitu Wood pellet (Wood Biomass Energy). Bahan bakunya berasal dari limbah industri penggergajian, limbah tebangan dan limbah industri kayu lainnya. Hasil olahan ini dikemas dalam bentuk pellet yang berdiameter 6 – 10 mm dan panjang 10 – 30 mm. Kepadatan rata-rata 650 kg/m3 atau 1.5 m3/ton. Kadar abunya rendah 0.5%. Tinggi kandungan energinya 4.7kWh/kg atau 19.6GJ./od Mg. Mempunyai rasio energi yang tinggi antara output dan inputnya yaitu 19:1 ~ 210:1. Wood pellet cocok digunakan sebagai bahan bakar kebutuhan rumah tangga, pertanian, dan industri besar, bahkan juga bisa untuk industri pembangkit tenaga. Dengan kandungan panasnya mencapai 4.880 kilo kalori produk ini mampu menggantikan batu bara. Dengan kemampuannya mengeluarkan panas yang setara dengan batu bara, `wood pellet’ akan diterima pasar karena dunia kini sedang menuju mekanisme pembangunan bersih untuk membantu mengurangi efek gas rumah kaca.

Kayu Kaliandra merupakan salah satu bahan yang sangat berpotensi dalam produksi wood pellet. Jenis kayu tersebut memiliki rata-rata BJ 0.67 dengan kandungan tanin yang cukup tinggi yaitu sekitar 8% dan mampu menghasilkan kalor mencapai 4.200 kkal/kg dalam bentuk kayu mentah. Berikut ini merupakan perbandingan beberapa jenis kayu sebagai bahan baku bioenergi.

Minat investor Korea Selatan untuk menanamkan modalnya di industri ini karena kebijakan Presiden Korea Selatan, Lee Myung Bak, yang akan mengimplementasikan “Green Growth” Korea terkait dengan agenda dunia mengatasi perubahan iklim (Climate Change. Melalui “Green Growth”, Korsel berharap dapat mengganti lima persen dari penggunaan batu bara untuk bahan bakar pembangkit listrik dengan biomass dari `wood pellet’ ini. Jika kebutuhan batubara Korsel delapan juta ton per tahun, maka terdapat pasar potensial untuk produk biomass ini sekitar 400.000 ton per tahun. Berikut ini ditampilkan gambar wood pellet dari jenis soft wood dan hardwood
Konservasi dan Reklamasi Lahan Marginal

Kecepatan pertumbuhan dan kemampuan memfiksasi Nitrogen dari lingkungannya, Kaliandra dapat digunakan dalam program rehabilitasi lahan kritis. Pada awal penyebarannya tanaman Kaliandra ditanam sebagai pohon pelindung kopi dan teh atau pelindung di lokasi persemaian. Sebagai salah satu komponen sistem pertanian lahan kering, Kaliandra digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah, teras, mencegah erosi, pengendalian pertumbuhan gulma seperti alang-alang, dan dapat mempertahankan kelembaban tanah. Tanaman Kaliandra dapat dikombinasikan dengan tanaman semusim seperti jagung, padi, kacang tanah, dan sayur sayuran pada sistem penanaman alley cropping, dan untuk mengurangi kerapatan naungan dan kompetisi dengan tanaman semusim kaliandra dipangkas 3-4 kali dalam setaun. Tinggi pangkasan umumnya antara 0.5 – 1 m, daun hasil pangkasannya dapat digunakan sebagai pupuk hijau, pakan ternak, dan kayunya digunakan untuk kayu bakar atau pulp bahan kertas.

Produksi Madu

Kaliandra ditanam pada areal kawasan kehutanan selain untuk tanaman pelindung bagi tanaman utama seperti Karet, Pinus, Akasia, dan Damar, juga dimanfaatkan sebagai sumber pakan penting untuk lebah madu berupa residu nektar yang dihasilkan dari bungannya. Di daerah Sukabumi Jawa Barat telah ditanam kaliandra seluas 601 ha khusus untuk menyediakan pakan bagi ternak lebah, yang jumlahnya sebanyak 1800 sarang lebah. Dari setiap koloni per tahun dihasilkan madu rata-rata sebanyak 15 kg madu, dan total produksi secara keseluruhan sebanyak 27.000 kg/tahun madu.

Hijauan Pakan Ternak

Seperti kebanyakan hijauan ternak dari jenis pohon dan perdu lain, Kaliandra kaya protein, tetapi kandungan energi yang dapat dicerna relatif rendah. Bagian yang dapat dimakan mengandung 20-25% protein mentah sehingga sesuai sebagai tambahan protein bagi ternak yang makanan utamanya rumput atau jenis makanan lain yang kualitas proteinnya rendah. Namun pemberiannya sebaiknya dibatasi paling banyak 30-40% berat segar seluruh makanan, sebab jika lebih banyak, tidak akan dimanfaatkan seluruhnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai gizi adalah kecernaanya, dan sejauh mana hijauan ternak dapat dicerna dan diserap oleh ternak. Kecernaan kaliandra sangat bervariasi, dari sekitar 30% sampai 60%. Hijauan ternak C. calothyrsus segar dapat meningkatkan berat badan ternak pedaging dan produksi susu pada sapi.

Pemilihan Jenis

Pemilihan jenis tanaman harus mempertimbangkan sifat hubungan antara jenis tanaman dengan keadaan iklim, tinggi tempat di atas permukaan laut, letak permukaan air tanah dan sebagainya. Hal ini sama seperti yang disampaikan oleh Soerianegara dan Indrawan (1998), bahwa ada beberapa keadaan ekologis yang perlu diperhatikan dalam pemilihan jenis pohon, yaitu:

1) Iklim, tiap jenis pohon mempunyai persyaratan tumbuh yang berhubungan erat dengan iklim. Faktor iklim-yang mempengaruhi pertumbuhan pohon adalah hujan.

2) Tanah, kesuburan dari tanah sangat penting untuk diperhatikan karena tiap jenis tanaman membutuhkan kesuburan yang berbeda-beda untuk dapat mencapai hasil maksimal.

3) Tinggi tempat, tiap jenis tanaman mempunyai kisaran tumbuh terhadap tinggi tempat dari permukaan laut.

4) Kebutuhan akan cahaya matahari, jenis pohon ada yang bersifat toleran, semi toleran dan in toleran.

5) Keadaaan lapangan, penting dalam menentukan jenis pohon untuk tujuannya misalnya untuk tujuan produksi, konservasi dan Iain-lain.

6) Kesarangan tanah, apakah jenis-jenis tertentu dapat tumbuh ditanah yang becek, sewaktu-waktu tergenang atau tidak dapat tumbuh sama sekali.

Kesesuaian jenis dengan tempat tumbuhnya memungkinkan tegakan hutan tumbuh secara optimal, sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan, baik berkenaan dengan perlindungan dan konservasi tanah maupun pengaturan tata air.

3 thoughts on “Kaliandra dan Wood Pellet – 06

  • March 20, 2016 at 11:37 am
    Permalink

    Mohon informasi kontak number pengelola kaliandra di Sukabumi pak. Boleh tolong di sms ke no hp sy 0813 7278 3120

    Reply
    • March 21, 2016 at 4:08 pm
      Permalink

      Bapak Greos, Anda bisa menghubungi Pak ADM Perhutani KPH Sukabumi Bapak Wijanarko. Beliau punya lahan 1600 ha yang sudah ditanami kaliandra.
      Tksh,
      Salam,
      Daru

      Reply
  • March 10, 2017 at 2:38 pm
    Permalink

    pak, minta tolong kontak yang bisa di hubungi untuk Kaliandra di sukabumi
    saya mau tanya” dan belajar

    ini nomer saya
    083894337972
    082113118838

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>