Keunggulan Kaliandra Merah (5)

Keunggulan Kaliandra Merah

Oleh: Prijanto Pamoengkas dan Daru asycarya

Alasan yg dipakai untuk menanam Kaliandra merah karena mempunyai beberapa keunggulan sebagai berikut :
a. Mempunyai pertumbuhan yang cepat, sehingga mudah dan cepat untuk diproduksi sebagai penghasil bahan baku chip.
b. Toleran pada tanah yang masam (pH rendah) dimana jenis tanaman lainnya menunjukkan performa yang buruk pada kondisi lahan tersebut sehingga jenis ini dapat tumbuh pada areal yang luas dan kondisinya beragam.
c. Tanaman Kaliandra merupakan tanaman pengikat nitrogen dan mampu memperbaiki struktur dan kesuburan tanah karena tanaman ini mampu bersimbiose dengan bakteri Rhizobium untuk pengikat unsur N dari udara yng kemudian disimpan dalam bintil-bintil akar sehingga digunakan bawah pada perkebunan kelapa, kopi dan tehm serta tanaman inang pada tanaman hutan.
d. Memiliki kemamapuan bertunas kembali setelah berkali-kali dilakukan pemangkasan, sehingga tanaman ini sering digunakan untuk pakan ternak.
e. Banyak digunakan sebagai kayu bakar oleh petani karena kayunya mudah dikeringkan serta cukup baik untuk dibuat arang kayu. Dalam 1 Ha tanaman kaliandara dapat menghasilkan 15-40 ton kayu dan masa produksinya selama 10-20 tahun.
f. Digunakan untuk merehabilitasi lahan alang-alang.
g. Pohonnya sering digunakan untuk kutu lak, melakukan sekresi guna menghasilkan lak (bahan untuk pembuatan vernis).
h. Dapat digunakan untuk memproduksi Chip yang digunakan bahan bakar industry.
i. Meningkatkan penyerapan air permukaan kedalam tanah karena perakarannya yang dalam dapat menahan air permukaan sehingga banyak menyerap air ke dalam tanah.
j. Penahan erosi, karena memiliki perakaran yang relative dalam sehingga dapat tumbuh dengan kokoh.

Karakteristik Pemanfaatan

Kayu Bakar/Arang (bioenergi konvensional)
Luas tanaman Kaliandra di Pulau Jawa dapat mencapai lebih dari 30,000 ha. Kayu dari tanaman kaliandra teksturnya cukup padat, mudah kering dan sifatnya mudah terbakar, sehingga kayu kaliandra sangat ideal untuk dijadikan kayu bakar atau kayu arang. Kayu Kaliandra memiliki berat jenis antara 0.5 – 0.8, dan dapat menghasilkan panas sebesar 4600 kcal/kg, sedangkan untuk kayu arang menghasilkan panas sebesar 7200 kcal/kg (Roshetko, J.M 2001). Untuk produksi kayu bakar penanaman kaliandra umumnya ditanam secara rapat dengan ukuran 1×1 m atau 1×2 m.

Pemangkasan pada tanaman kaliandra akan membentuk tunas baru dengan cepat dan merangsang pertumbuhan cabang-cabang lebih banyak dibanding tanaman jenis leguminosae lainnya. Selanjutnya dikatakan pula bahwa pada umur 1 tahun tanaman kaliandra dapat menghasilkan kayu bakar sebanyak 5-20 m3/ha/tahun, dan yang sudah berumur 20 tahun dapat menghasilkan kayu bakar sebanyak 30-65 m3/ha/tahun (Roshetko, J.M. 2001). Produksi kayu Kaliandra umur 1 tahun (5-20 m3/ha/tahun), setara dengan Biomass sebesar 4.35-17.42 ton/ha/tahun [produksi kayu (m3) x wood density (0.67) x Biomass Efficient Factor (1.3)]. Masih terkait dengan produksi kayu Kaliandra, data lain menunjukkan bahwa pada tahun pertama, dihasilkan kayu bakar sebesar 100 sm (staple meter) per ha (Vademekum Kehutanan 1976). Staple meter dapat diartikan sebagai tumpukan kayu, dengan ukuran panjang 1 m, lebar 1 m dan tinggi 1 m. Dengan nilai konversi 1 sm = 0.7 m3, maka 100 sm setara dengan 70 m3, atau setara dengan 70 m3 x 0.67 x 1.3 ton/ha atau sebesar 60.97 ton/ha. Data ini jauh lebih besar dibandingkan dengan data Roshetko, JM (2001). Sementara itu, Ndayambaje J.D (2005) menyatakan bahwa produksi biomassa tanaman Kaliandra dengan pola Agroforestry di Rwanda, Afrika pada tahun pertama dapat mencapai 15-40 ton/ha.

Angka ini diperoleh dengan intensitas pengelolaan yang cukup baik. Mengacu kepada data produksi kayu Kaliandra di atas, maka menurut saya, produksi sebesar 4-17 ton/ha termasuk rendah dengan intensitas pengelolaan tergolong rendah (poor management), sedangkan produksi sebesar 60.97 ton/ha cenderung over-estimate. Berpedoman kepada produksi kayu energy secara umum dengan intensitas pengelolaan baik (good management) yaitu sebesar 20-30 ton/ha, maka tanaman Kaliandra di Bangkalan harus dikelola secara baik untuk mencapai angka tersebut. Produktivitas sangat tergantung pada kondisi tempat tumbuh dan pengelolaannya.

Kayu bakar dari tanaman kaliandra di Indonesia banyak digunakan masyarakat pedesaan untuk keperluan rumah tangga dan industri kecil seperti produksi gula merah, karet, minyak kelapa, bata merah, dan batu bata.

One thought on “Keunggulan Kaliandra Merah (5)

  • April 12, 2016 at 5:15 pm
    Permalink

    Pak Daru,

    Mohon dishare mengenai penjelasan Biomass Efficient Factor = 1.3 atau referensi ilmiah/praktiknya. Apakah sama dengan Biomass Expansion Factor (rata-rata = 1.3 dengan standard error 0.06).

    kutipan referensi:
    Conifer forests: No model for calculating biomass expansion factors for native conifer forests is available at present because of the general lack of sufficient data for the type of analysis performed for the broadleaf forests. However, one would expect that BEFs for tropical pine forests would vary less than for broadleaf forests because of the generally similar branching pattern exhibited by different species of pine trees. Biomass expansion factors have been calculated based on a limited data base of 12 stands of Pinus oocarpa growing in Guatemala (Peters 1977) and the methodology given in Brown et al. (1989). The inventoried volume in this case was defined as volume over bark/ha from the stump to the tip of the tree; i.e. main stem based on total height. Volumes of these stands ranged from 64 to 331 m3/ha. The BEFs based on biomass of the main stem ranged from 1.05 to 1.58, with a mean of 1.3 (standard error of 0.06). No significant relationship between BEF and main stem biomass was obtained. Until additional data become available, a BEF of 1.3 can be used, with caution, for biomass estimation of pine forests.

    referensi: http://www.fao.org/docrep/w4095e/w4095e06.htm#3.4 biomass estimates for plantations

    Terima kasih & Salam,

    Bayu

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>