Mengenal Kaliandra Merah (Calliandra callothyrsus)- 01

IMG_9775-163425_200x200

Oleh: Prijanto Pamoengkas dan Daru Asycarya

1. Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan/King :Plantae
Divisi :Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas :Mangnoliopsida (Berkeping dua/dikotil)
Ordo :Fabales
Famili :Fabaceae (Suku polong-polongan)
Genus :Calliandra
Spesies :Calliandra calothyrsus

2. Nama Daerah

Di tempat asalnya, jenis ini memiliki beberapa nama umum, yang paling sering digunakan adalah “Cabello de Angel” (artinya rambut malaikat) dan “Barbe Sol” (artinya jenggot matahari). Di Indonesia jenis ini disebut Kaliandra Merah. Kaliandra putih adalah jenis yang berkerabat tetapi sekarang tidak lagi diklasifikasikan dalam Calliandra, tetapi spesiesnya adalah Zapoteca tetragona.

3. Penyebaran
Kaliandra merupakan jenis yang unik dalam marganya karena penggunaannya yang luas secara internasional sebagai pohon serbaguna untuk Wanatani. Jenis ini secara alami terdapat di Meksiko dan Amerika Tengah, dari negara bagian Colima, Meksiko, turun ke pesisir utara Panama bagian tengah. Pada tahun 1936 benih tanaman ini dikirimkan dari Guatemala Selatan ke Pulau Jawa. Benih ini kemungkinan besar dikumpulkan dari provenans “Santa Maria de Jesus” di Guatemala. Sampai tahun 1974, berbagai percobaan di tingkat desa telah dilakukan untuk menilai kesesuaiannya sebagai jenis tanaman penghijauan pada lahan-lahan yang tererosi di sekitar desa. Kaliandra terbukti sesuai untuk berbagai kegunaan sistem wanatani dan dipromosikan oleh instansi Kehutanan di Indonesia untuk penyebaran penanamannya. Dari Jawa jenis ini kemudian diperkenalkan ke berbagai pulau lainnya di Indonesia. Kepopuleran jenis ini lalu membangkitkan minat di tempat lain dan benihnya dikirimkan ke negara-negara lain di Afrika, Asia dan bahkan kembali ke Amerika Tengah. Sekarang jenis ini diyakini telah tersebar di seluruh kawasan tropis.

4. Persyaratan Tumbuh

Kaliandra tumbuh alami di sepanjang bantaran sungai, tetapi dengan cepat menempati areal yang lahannya terganggu. Jenis ini tidak tahan naungan dan cepat sekali kalah bersaing dengan vegetasi sekunder lain. Di Meksiko dan Amerika Tengah tanaman ini tumbuh di berbagai habitat sampai dengan ketinggian 1860 m dari permukaan laut. Jenis ini terutama terdapat di daerah yang curah hujannya berkisar antara 1000 dan 4000 mm per tahun, meskipun populasi tertentu terdapat di daerah yang curah hujan tahunannya hanya 800 mm. Jenis ini terutama terdapat di daerah yang musim kemaraunya berlangsung selama 2-4 bulan (dengan curah hujan kurang dari 50 mm per bulan). Namun pernah ada juga spesimen yang ditemukan di daerah yang musim kemaraunya mencapai 6 bulan. Jenis ini tumbuh di daerah dengan suhu minimum tahunan 18-22° C. Di tempat tumbuh aslinya, jenis ini hidup pada berbagai tipe tanah dan tampaknya tahan terhadap tanah yang agak masam dengan pH sekitar 4,5. Jenis ini tidak tahan terhadap tanah yang drainasenya buruk dan yang tergenang secara teratur. (Bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>