MOU Antara PONPES DARUL ITTIHAD, PT. EMI, Dan IDEAS Diteken

bersalaman
Hari Jumat tanggal 28 Agustus 2015, bertempat di kantor PT Energy Management Indonesia (Persero) atau PT EMI telah dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama/ Nota Kesepahaman atau MoU antara Pondok Pesantren Darul Ittihad, PT EMI dan IDEAS Consultancy Services. Pihak Ponpes diwakili oleh Ketua Ponpes Darul Ittihad KH Irham Rofii didampingi oleh Aris Yunanto sebagai Dirut PT EMI, dan juga Daru Asycarya sebagai Dirut IDEAS. Penandatanganan MoU tersebut berlangsung sangat khidmat didahului dengan doa bersama yang dipimpin oleh Abah Irham sebagai pemuka agama di Geger Bangkalan sekaligus sebagai penanggung jawab pabrik wood pellets CV Gerbang Lestari. Siapa yang tak kenal Abah, panggilan akrab KH Irham Rofii? Abah mengatakan bahwa MoU ini sangat penting artinya untuk menghidupkan kembali pabrik yang hampir kehilangan napas,” katanya. Kami sebagai pemuka agama dan tokoh masyarakat di Bangkalan harus bisa mewujudkan gagasan dan praktek terbaik di daerah kami agar kepercayaan masyarakat tumbuh,” imbuhnya.
MoU ini memang sebagai bentuk komitmen bersama dari tiga pihak yaitu Ponpes Darrul Ittihad, PT EMI, dan IDEAS.

Penandatanagan Mou
Ponpes sebagai penerima hibah aset dari Kemenhut dan ICCTF akan mengkoordinir semua proses produksi dimulai dari jaminan penyediaan bahan baku kaliandra dan gliriside serta keterlibatan petani/ kelompok tani dalam memutar roda produksi. Ponpes juga lembaga yang dinilai akuntable untuk menerima mandat produksi wood pellet di bangkalan ini karena dari sisi kelembagaan cukup firm dan diakui oleh masyarakat lokal dan dari ketokohan, Abah Irham memiliki pengaruh – dalam pola paternalistik – yang sangat kuat baik dalam urusan sosial maupun hutan kemasyarakatan. Menggerakan masyarakat bisa dengan memberi contoh dan mengajak serta mampu menunjukkan bukti keberhasilan,’ kata dia. Sedangkan PT EMI adalah perusahaan BUMN yang tak diragukan lagi dalam memperjuangan energi terbarukan di Indonesia. Melalui dana investasi yang akan dikucurkannya kepada masyarakat Bangkalan, PT EMI berharap mimpi memasyarakatkan wood pellet di Indonesia bakal terwujud,” kata Aris Yunanto disela-sela penandatanganan MoU. Tak tanggung-tanggung, mesin pelletizer yang akan dibeli harus memiliki jaminan kualitas dan tahan lama, salah satunya adalah mesin-mesin pabrikan Jerman,” demikian kata Aris.

Doa menjelang MOU
Daru Asycarya, Presdir IDEAS menekankan pentingnya collaborative management dalam model pengelolaan wood pellet berbasis masyarakat seperti yang dilakukan di Bangkalan ini. Buat masyarakat, membangun industri modern di tengah-tengah kehidupan mereka yang adem ayem sebagai petani hutan merupakan suatu lompatan. Tantangannya sangat berat, namun kami optimis ini akan terwujud atas bimbingan Allah yang Maha berkehendak,” kata Daru. Selayaknya proses ini selalu didampingi untuk memastikan bahwa pasokan selalu kontinyu, kualitas wood pellet terjaga, pasar dan kinerja produksi berjalan dengan baik. IDEAS sudah terlibat sejak perumusan ide-ide proposal bersama Dr Yetti Rusli. Beliau adalah penggagas awal Bangkalan Model Project ini, termasuk pemilihan kaliandra sebagai spesies kebun energi dan lokasi pabrik di Bangkalan. Dr Yetti adalah think tank buat contoh-contoh model mitigasi perubahan iklim yang bisa diterapkan di lapangan. Semoga amal baik dan ibadah beliau mendapat pahala yang berlipat-lipat, termasuk juga para pendukung proyek ICCTF yang butuh pengorbanan tidak sedikit. Penjualan wood pellets ke PT HM Sampoerna walaupun baru 10 ton telah menyiramkan kesejukan di musim kemarau. Rasa percaya diri untuk bangkit bertambah, kami sangat yakin, Allah SWT akan memberikan jalan, demikian Abah selalu berdoa dalam setiap melangkah. Aamiin. (DRU-Akhir Aug 2015).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>