Pabrik Wood Pellet Bangkalan, Bangun dari Hibernasi

IMG-20160624-WA0010
Setelah lama berhibernasi, pabrik wood pellet CV Gerbang Lestari akhirnya menggeliat. Ini dilakukan untuk mempersiapkan penambahan kapasitas mesin dari 500 kg per jam menjadi 2 ton per jam. Langkah ini menunjukkan semangat yang masih menyala-nyala walaupun sempat terombang ambing oleh keputusan investasi yang “lamban” dari salah satu BUMN dalam kurun waktu satu tahun ini. Semangat ini muncul dari tiga pihak yaitu IDEAS Consultancy Services, PT Suryabaja Engineering dan tentu saja Ponpes Darul Ittihad. Kami bertiga memberanikan diri untuk memulai perbaikan dan penyesuaian upgrade mesin pellet untuk menuju skala ekonomis usaha wood pellet,” kata Daru, Presdir IDEAS Consultant. Ini sungguh-sungguh awal pekerjaan yang bersejarah untuk mewujudkan komitmen kuat membangun kembali kepercayaan masyarakat, pasar, dan juga para penggiat energi terbarukan,” lanjut Tursiyono, boss PT Suryabaja Engineering. PT Suryabaja ini sudah berpengalaman puluhan tahun menggeluti dunia hitam (arang), sawdust, briket, dan wood pellet terutama dalam menciptakan mesin-mesin yang handal dan efisien, imbuhnya. Mesin-mesin yang awalnya didisain dan dibuat oleh salah satu pabrikan mesin pertanian dari Citeureup Bogor ini menunjukan kinerja yang kurang handal dan tidak efisien. Pemakaian listrik sangat boros, namun hasilnya sangat minim, sehingga Tursiyono sebagai pawang mesin harus turun tangan dan terlibat langsung. Tangan dingin Tursiyono terbukti mampu mengubah kinerja chipper dan hammer menjadi super kapasitas melenggang 1,5 ton perjam yang sebelumnya hanya 250 kg per jam saja.

Pasar yang menggiurkan

IMG-20160624-WA0031Wood pellet adalah energi terbarukan masa depan yang miracle. Korea masih menjadi pasar yang haus akan energi terbarukan. Walaupun harga wood pellet sempet naik turun, saat ini cukup stabil di kisaran 130 USD per ton. Konon harga wood pellet mengikuti harga minyak bumi, jika harga minyak dunia turun maka pellet ikut turun. Selain Korea, China dan Jepang menjadi konsumen pellet terbesar dunia. Harga bersaing diantara mereka. Yang paling penting sebetulnya adalah kualitas wood pellet yang selalu terjaga sesuai dengan persyaratan pasar,” kata Wahyu Riva, Direktur Program IDEAS. Pengujian mutu pellet secara kontinyu dan jaminan mutu menjadi kunci kepercayaan pasar, katanya. Tanaman Kaliandra sebagai short rotation coppice system sangat cocok dibudidayakan untuk tanaman energi yang sustainable. Pengembangan kebun energi di hutan rakyat bisa diduplikasikan di luar jawa dalam skala luas dengan beberapa catatan penyesuaian seperti jenis tanaman yang cocok, upah pekerja yang tidak terlalu mahal, kedekatan dengan pelabuhan ekspor, dan efisiensi produksi. Menggeliatnya Bangkalan adalah dalam rangka menjawab permintaan pasar yang terus menerus bertanya, kapan pabrik berderum lagi? Kami membuka kesempatan buat investor baru yang ikut berinvestasi mengembangkan Bangkalan. Ditunggu..
(DA/ Juni 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>