Pasar Wood Pellet Lokal, Harus Banyak Akal

Penjualan Wood Pellet untuk ekspor sedang lesu, harga pasar di Korea maupun China masih belum menarik produsen pellet untuk menggerakan padatan serbuk kayu berbentuk pensil itu menuju destinasi ekspor. Tantangan ini tidak lantas membuat kita diam menunggu harga pellet semakin naik. Pasar lokal sudah semakin menyerap¬†karena kebutuhan wood pellet ini sudah memasuki pasar-pasar baru sebagai pengganti gas elpiji maupun kayu bakar. Gas elpiji subsidi semakin langka di masyarakat, wood pellet menjadi energi alternatif pengganti gas. Wood pellet telah disukai konsumen untuk pembakar atau pemanas kompor rumah tangga, ¬†industri rumah tangga dan UMKM. Wood pellet telah menjadi “emas coklat” pengganti gas karena bisa menghemat biaya pembakaran sebesar 40% s.d 50%.

IMG-20161230-WA0039

Baru baru ini pabrik wood pellet Gerbang Lestari yang dikelola oleh IDEAS Semesta Energy telah mengirimkan 200 paket kompor biomassa dengan 120 karung wood pellet kaliandra yang dicampur dengan serbuk meranti belangiran menjadikannya kualitas premium. Tujuan penjualannya adalah ke Jawa Tengah untuk memasok daerah-daerah yang terjadi kelangkaan tabung gas dan masyarakat butuh energi alternatif yang murah dengan harga terjangkau. Kompor wood pellet UB memiliki keunggulan dalam menghemat wood pellet, nyala tanpa asap, dan mudah penggunaannya. Rencananya, pada satu Kabupaten yang dipasok wood pellet dibutuhkan sekitar 22.000 unit kompor biomassa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Menurut Daru Asycarya, Direktur Utama Ideas Semesta Energy, setelah bisa memenuhi target pemasaran kompor beserta wood pelletnya, maka pemasaran ini menjadi modal “gerakan sosial” memasyarakatkan kompor wood pellet pada kabupaten lain. Model bisnis yang dibangun adalah memanfaatkan agen-agen gas di tingkat kecamatan dan pedesaan dan merekalah yang menjadi ujung tombak pasar wood pellet yang head to head bertemu dengan masyarakat.

IMG-20161231-WA0006Tidak sampai disitu, pemasaran wood pellet dengan model satu paket bersama kompor ataupun burner bisa dipasarkan di pabrik-pabrik pengolahan makanan seperti tahu, gudeg jogja, pemanas ayam DOC, pengering teh, pengering tembakau, pengusaha gorengan. Salah satu kajian penggunaan wood pellet pada burner tahu telah berhasil menghemat 40% penggunaan gas elpiji. Demikian pula pengusaha peternakan ayam DOC merasakan bahwa penggunaan wood pellet lebih hemat, praktis, dan aman. Tak perlu pusing-pusing mikir ekspor, di negara kita sendiri banyak ladang untuk menjual pellet sekaligus menyelamatkan energi kita untuk kepentingan kita. Mari kita bentuk networking untuk menjadi energi terbarukan wood pellet sebagai “Gerakan Sosial” kemandirian energi sampai level masyarakat.

Daru Asycarya – 081311132706

 

One thought on “Pasar Wood Pellet Lokal, Harus Banyak Akal

  • January 28, 2017 at 7:57 pm
    Permalink

    Inquire of wood pellets

    Dear Sir

    Would you notice about your wood pellets quotation and your company capacity per month for supply Korean power plants.

    Best Regards

    HK Co., Ltd

    Jinhwan Chung

    hk-jhchung@daum.net

    Reply

Leave a Reply to Jinhwan Chung Mr. Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>