Ringkasan Eksekutif Proyek

Slide show 3Proyek yang didanai oleh ICCTF ini menjalankan program utama yaitu: 1. Membangun kebun energi kaliandra merah dengan pola Short Rotation Coppice System (SRC) atau Tanam, Tebang, Trubus; 2. Membangun industri pelet kayu berbasis masyarakat dalam skala inkubator, dan 3. Mengembangkan kapasitas dan edukasi ke berbagai pihak seperti masyarakat terutama petani dan kelompok tani, pemerintah lokal, pemerintah pusat dan para pemangku kepentingan. Setelah dua tahun (21 bulan) proyek ini dijalankan, beberapa hasil utama yang bisa dikembangkan adalah: 214 hektar kebun kaliandra merah yang siap menyuplai bahan baku wood pellet dan karbon tersimpan dalam bentuk biomasa; satu bangunan pabrik seluas 200 m2 beserta mesin-mesin pengolah wood pellet dan sambungan listrik PLN 197 KW yang telah menghasilkan produk wood pellets; kelembagaan masyarakat yang sudah tertata untuk mengelola kebun energi dan industri wood pellet, proses penghitungan karbon tersimpan dan monev, training dan bimbingan teknis petani, serta pengadaan barang dan jasa yang mendukung operasional proyek.

Pembangunan Kebun energi yang terintegrasi dengan pabrik pengolahan energi biomasa merupakan penerapan Gerbang Lestari pelletprinsip carbon neutral dan baru pertama kali diterapkan di Indonesia, tepatnya di Bangkalan, Madura. CO2 yang diserap oleh tanaman melalui proses fotosintesis dan dibakar akan mengeluarkan emisi pada tingkat nol. Kebun Energi kaliandra merah dibangun oleh masyarakat atau kelompok tani FMU Gerbang Lestari yang terdiri dari 10 kelompok tani. Mereka mengembangkan persemaian kaliandra di perwakilan kelompok dan menanam kaliandra dan ditanam di kebun energi menggunakan teknik silvikultur yang sesuai dengan kondisi setempat. Panen kaliandra baru bisa dimulai pada bulan Mei 2014 atau tepatnya setelah tanaman kaliandra berumur 14 bulan. Panen ini menandai aktivitas pabrik CV gerbang Lestari telah dimulai. Berdasarkan pengolahan data penghitungan karbon di Kebun Energi, perkiraan penurunan emisi (Estimated Emission Reducation) pada areal kebun energi kaliandra FMU sebesar 69,69 ton CO2eq/ha/tahun (emisi kebun energi kaliandra) – 22,02 ton CO2eq/ha/tahun (emisi hutan rakyat FMU) = 47,67 ton CO2eq/ha/tahun.

DSCN0046Sampai dengan akhir proyek ini telah dihasilkan wood pellets oleh CV Gerbang Lestari dan telah tersimpan di Gudang produksi sebanyak 12 ton. Pengembangan industri wood pellet berbasis masyarakat berskala inkubator dibangun di atas tanah dengan luas sekitar 200 m 2. Mengingat proses pengadaan barang yang cukup panjang, mesin-mesin wood pellet baru mulai dioperasikan pada bulan Juni 2014 dan melalui proses ujicoba dan perbaikan-perbaikan (fine-tuning) mesin serta variasi penggunaan bahan baku wood pellet. Walaupun berada ditengah-tengah kampung, CV Gerbang Lestari telah mengantongi semua persyaratan legalitas pabrik seperti SIUP, TDP, HO, dan kta Pendirian. Petani dan karyawan pabrik telah memperoleh pendidikan dan training manajemen pabrik dan pengolahan mesin-mesin pengolah wood pellet dan mereka mampun mengembangkan pengetahuan mesin dan produksi wood pellet berdasarkan ujicoba dan pengalaman empirik.

Proyek ini juga menjalankan aktivitas pengembangan kapasitas petani dan kelembagaan melalui program training, Focus Group Discussion (FGD),dan bimbingan teknis. Kegiatan training dan FGD ini meliputi pengembangan persemaian, penanaman, monev, dan pemeliharaan kebun energi kaliandra. Dalam konteks pengembangan model bisnis, aturan internal, policy, visi, misi, nilai-nilai, model produksi, model profit sharing, dan sebagainya mengkaitkan antara proses produksi wood pellet dengan kemampuan kebun energi kaliandra memasok bahan baku. Model bisnis ini menjadi modal utama pengelola pabrik CV gerbang Lestari menjalankan aktivitas bisnis yang bercorak kerakyatan.

Secara umum disain proyek ini sudah semuanya berjalan, integrasi antara mitigasi perubahan iklim, peningkatan kualitas ekosistem dan penguatan ekonomi masyarakat sudah bisa diwujudkan. Jika model proyek Bangkalan ini akan direplikasi di daerah lain, maka perlu disesuaikan dengan kondisi setempat dan memperhatikan hasil-hasil pengembangan kebun energi dan pabrik wood pellet serta penetrasi pasar yang lebih luas.

Kata kunci: Kebun Energi, Wood pellets, Carbon Neutral, SRC, kaliandra, emission reduction

Daru Asycarya – September 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>