Sosialisasi Model Bisnis Hulu-Hilir ala Petani Bangkalan

IMG_4449-346172_200x200
Tanggal 30 September 2014 yang lalu di desa Kombangan, Geger, Bangkalan berlangsung acara diskusi meriah terkait model bisnis yang baru pertama kali di-endorse di Indonesia ini. Hal ini diakui oleh Ir. Wiratno, MSc selaku Direktur Bina Perhutanan Sosial, Ditjen BPDAS PS bahwa kegiatan proyek Wood Pellet yang terintegrasi dengan Kebun Energi Kaliandra adalah yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia, tepatnya di daerah Geger Bangkalan. Atas inisiatif dari Dr Yetti Rusli dan dukungan Prof Yanto Santosa, Guru besar IPB sekaligus Expert Perubahan Iklim ICCTF proyek ini bisa menggelinding,” katanya.

IMG_4463

Model Bisnis ini adalah contoh yang menarik yang bisa dikembangkan di tempat lain dalam rangka scale up dan replikasi karena memberi dampak positif yang luas. Dari Kebun Energinya bisa meningkatkan kesuburan tanah, menghasilkan kayu energi, lebah madu, dan pendapatan ekonomi masyarakat. Sedangkan keberadaan pabrik wood pellet yang dikelola oleh masyarakat adalah sebagai salah satu contoh penciptaan industri hilir yang akan menyerap produksi kebun energi dan menghasilkan nilai tambah produk kayu energi dalam bentuk wood pellets. Walaupun proyek ini telah selesai secara administratif, praktek sesungguhnya baru kita mulai, dan ini bukanlah proyek yang mengutamakan pencitraan belaka seperti proyek lain, ini proyek yang nyata hasilnya,” papar Prof. Yanto. Dalam sambutannya, Ir Wiratno, MSc menekankan pentingnya keberlanjutan pabrik wood pellet yang dikelola pak Kyai Irham dkk di Bangkalan ini. Upaya penggiat industri wood pellet dan kebun energi di Bangkalan sangat dihargai karena mendukung usaha pemerintah dalam program pro-job, pro-poor, pro-sustainability.

Wahyu Riva, yang juga Direktur Program IDEAS memaparkan betapa cantiknya konsep bisnis hulu-hilir yang memadukan berbagai tujuan ini. Salah satu hal penting yang perlu digarap adalah kesiapan masyarakat dan para petani terlibat dalam kegiatan ini, sehingga pemahaman terhadap prinsip-prinsip bisnis, pengelolaan pabrik yang efisien dan produktif, serta dukungan terus menerus dari masyarakat merupakan keniscayaan. Tatakelola pabrik wood pellet harus menyepakati aturan-aturan tertentu terkait dengan SOP pengolahan wood pellet, kolaborasi dengan para petani untuk memastikan pasokan kayu energi yang kontinyu, serta model2 profit sharing. Mudah2an ini bukan hangat-hangat tahi ayam, tapi kerja sungguhan, bisnis beneran,” imbuh Wahyu.

IMG_4560

Apakah ini bermanfaat bagi masyarakat? Tergantung.., kata KH Irham selaku Koordinator Proyek di Site Bangkalan. Jika kapasitas pabriknya telah benar-benar sesuai dengan rencana sebesar 1 ton per jam, insyaallah kita bisa mendapatkan keuntungan yang cukup lumayan. Saat ini ada teman-teman dari PT Barata Indonesia – Gresik yang akan membantu meningkatkan performa mesin agar lebih wes-wes-wes,”kilahnya. Memang betul, dalam skala pembangunan pabrik yang masih inkubator ini, proses fine-tuning tetap diperlukan agar memperoleh hasil yang mantap,’ ujar Daru Asycarya Manajer Proyek Bangkalan sekaligus Direktur Utama IDEAS Consultant . Walaupun proses produksi ini telah dimulai, perlu juga mengerem minat petani/masyarakat yang IMG_4560terlalu buru-buru ingin memanen kebun energinya. Model bisnis ini mengatur kapan jadwal panen dan siapa yang boleh memanen pada saat pabrik memerlukan bahan baku.” kata Daru. Dia menjelaskan juga bahwa IDEAS berkontribusi dalam mengawal proses penyusunan proposal dan pengajuan ke ICCTF. IDEAS juga memberikan banyak masukan tenaga ahli yang dibutuhkan dalam mendukung berbagai aktivitas proyek seperti: Penghitungan karbon tersimpan di kebun energi, FGD dan bimbingan teknis petani. Perjuangan menuju kesejahteraan petani di Geger Bangkalan masih belum selesai, ini seperti falsafah ISO, continous improvement, perbaikan terus menerus untuk memperoleh kebaikan yang terus menerus… Mator sekalangkong!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>