kcil (1)

Alhamdulillah, Wood Pellets Terjual

kcil (1)
Romli, pemuda bertubuh subur yang rajin mengurus pabrik wood pellets CV Gerbang Lestari tampak sumringah mendengar ada calon pembeli lokal dari Propinsi Nusa Tenggara Barat. Kerja keras selama ini sudah mulai menuai hasil dengan dijualnya wood pellet ke NTB. Salah satu pabrik rokok terbesar yang mengelola tembakau bersama petani di NTB telah membeli wood pellets dari CV Gerbang Lestari sebanyak 10 ton untuk drying tembakau pertengahan Agustus lalu. Hitung-hitung hadiah kemerdekaan RI yang ke 70 katanya. Selama ini mereka selalu terkungkung dengan harapan-harapan “palsu” bahwa wood pellet CV Gerbang Lestari bisa dijual ke Korea maupun dijual lokal. Ternyata para Trader yang berjaji akan membeli wood pellet Bangkalan mengeluh karena produktivitas pabrik CV gerbang Lestari sangat rendah. Mereka berhitung bahwa jumlah barang yang diangkut harus layak secara ekonomi. Itulah yang menyebabkan produk wood pellets di gudang pabrik terkatung-katung belum ada yang mau mengangkut. Seperti pepatah “tetuko”, sing tuku ora teko-teko, sing teko ora tuku-tuku.”

kcil (2)
Musabab kendala produksi wood pellet CV Gerbang lestari selama ini adalah kapasitas produksi wood pellets yang belum layak secara ekonomi, sehingga menurut KH Irham Rofii, sebaiknya produksi wood pellet ditunda dulu sebelum kapasitas mesin ditingkatkan. Pernyataan ini diaminkan juga oleh para tokoh masyarakat dan juga oleh mantan Project Manager, Daru Asycarya. Lebih lanjut Daru mengatakan bahwa upaya-upaya peningkatan kapasitas mesin wood pellet baik secara mandiri maupun bantuan investasi mutlak diperlukan. Jika tidak, maka mesin-mesin wood pellet yang berharga mahal ini akan menjadi besi tua. Banyak pihak yang ingin membantu pabrik CV gerbang Lestari melalui bantuan pendanaan berupa investasi perbaikan dan upgrade mesin-mesin pellet.

Tersebutlah PT Energy Management Indonesia (PT EMI) yang tergerak untuk membantu masyarakat Bangkalan ini dalam bentuk investasi upgrade mesin-mesin pemelet kayu kaliandra ini. Aris Yunanto, Direktur Utama PT EMI mengatakan bahwa pabrik wood pellet CV Gerbang Lestari di Bangkalan layak untuk dibantu agar perekonomian lokal tidak mandeg. EMI pun bersedia untuk membantu program cantik ini yang diusung oleh Kemenhut dan ICCTF melalui pengelola proyek IDEAS Consultant menjadi proyek andalan Indonesia yang semakin berkembang dan menjadi percontohan Nasional. Tak tanggung-tanggung, peletizer harus ditambah kapasitasnya menjadi 1,5 ton per jam dan direncanakan menggunakan kualitas Jerman yang lebih terjamin produktivitasnya. “Selain itu, pabrik perlu dilengkapi dengan timbangan mobil, forklift, dan penyesuai-penyesuaian alat pendukung mesin,” lanjut Aris. Pola kemitraan (collaborative management) menjadi jalan keluar bagi seretnya putaran roda produksi wood pellet di Bangkalan. Kyai Irham, Ketua Yayasan Darrul Ittihaad menjelaskan bahwa, “Pada prinsipnya jika ada pihak-pihak yang mau membantu menjalankan pabrik wood pellet Bangkalan ini kami tidak berkeberatan, yang penting sama-sama memberikan keuntungan buat semua pihak.”katanya. Lagipula, jika pabrik Wood Pellets ini nggak jalan, saya mempertaruhkan nama dihadapan masyarakat banyak,” imbuhnya. PT EMI dan pihak Pondok Pesantren mengharap agar manajemen pengelolaan bisnis wood pellet di Bangkalan bisa dilakukan oleh IDEAS Consultant yang selama ini telah mendampingi masyarakat dan pengadaan industri wood pellets.

kcil
Tiga pihak antara Pondok Pesantren Darrul Ittihad, PT EMI dan IDEAS Consultant berencana untuk menandatangani MOU dalam waktu dekat. “Prosesnya tinggal persetujuan mengenai pembagian profit atau profit sharing, setelah beberapa lama terjadi perubahan nilai investasi yang diajukan oleh PT EMI,” kata Daru. Yang jelas, aset masyarakat berupa pabrik dan mesin-mesin wood pellet tetap dihitung sebagai bagian dari kepemilikan masyarakat seperti yang diinginkan oleh pemberi bohir, ICCTF dan pengelola dari BPDAS PS – Kemenhut. Jer Basuki mowo beyo, setiap usaha yang berhasil memerlukan kerja keras dan sungguh-sungguh, maka Tuhan akan memberikan apa yang telah diupayakan. Bravo buat masyarakat Bangkalan, semoga sukses selalu mengiringi.. Aamiin.

Published by

Daru Asycarya

Daru saat ini bekerja di IDEAS Consultancy Services sebagai President Director. Sarjana Kehutanan UGM tahun 1987 dan lulusan MMA IPB tahun 2007. Pernah aktif di Lembaga Ekolabel Indonesia 11 tahun, Lembaga Sertifikasi Mutuagung Lestari dan FOCUS 4 tahun. Menggeluti bidang sertifikasi hutan, CoC, Climate Change, karbon, Energi terbarukan, dan legalitas kayu...

9 thoughts on “Alhamdulillah, Wood Pellets Terjual”

    1. Dear Pak Galih, untuk pemasaran wp masih banyak dgn tujuan export, untuk pasar dalam negeri masih banyak dengan tujuan trial test. Terimakasih. Salam, DA

  1. Apa mungkin permintaan dari negara lain masih terlalu besar ya pak, jadi produksi yg belum mencapai target sama sekali blum di ambil.

    1. Pak Agus, permintaan negara lain biasanya dalam partai besar. Kita sedang menyasar kebutuhan dalam negeri yang membutuhkan wood pellet dalam jumlah kecil-sedang. Tksh. DA

    1. Dear Pak Agus, biasanya buyer minta dalam kapasitas yang memungkinkan pengangkutan menggunakan kontainer secara kontinyu. Umumnya di atas 1000 ton per bulan dengan sistem kontrak.
      Tksh,
      Salam,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>