Bangkalan Model Project: Sebuah Analisa (Bagian Keempat dari 5 Tulisan)

3. Trickle down Effects

Beberapa definisi mengenai trickle down effects mengacu pada pengertian “financial benefits accorded to big businesses and wealthy investors will pass down to profit smaller businesses and consumers”. Artinya bahwa suatu bisnis besar yang berpengaruh dalam suatu wilayah akan memberi pengaruh yang menguntungkan bagi bisnis-bisnis lain dan konsumen-konsumen lainnya. Ini berarti bahwa keberadaan sebuah unit bisnis di suatu wilayah dapat menciptakan bisnis baru dan permintaan baru. Dalam usaha wood pellet di Kecamatan Geger Bangkalan di proyeksikan menimbulkan berbagai bentuk bisnis baru buat masyarakat baik yang terlibat langsung dalam kebun energi maupun masyarakat di luar kelompok tani, misalnya usaha perlebahan yang berkembang karena ada kebun energi kaliandra, penjualan sekam padi dan serbuk gergajian karena ada kebutuhan bahan bakar dryer bahan baku wood pellet, usaha kemasan air minum dengan semakin banyaknya mata air bersih yang ditemukan, usaha pembuatan kompor biomasa wood pellet yang diperjual belikan di tingkat lokal, serta kemungkinan tumbuhnya usaha toko dan warung makan ketika aktivitas kebun energi dan pabrik menjadi ramai.

5

Konsep proyek ini secara umum sebenarnya ingin memadukan antara sains-nilai-nilai (values) dan bisnis. Teknologi produksi wood pellet saat ini termasuk teknologi dengan level komplikasi rendah s.d sedang sehingga buat masyarakat masih bisa menjalankan pabrik ini termasuk bagaimana menjalankan pemasaran secara ekspor. Pada tahap awal mungkin akan dilibatkan konsultan untuk membantu menangani dan mengajarkan bagaimana melakukan ekspor. Model Bisnis yang dikembangka juga memungkinkan masyarakat untuk berbagi keuntungan (profit sharing) dan mendukung kegiatan-kegiatan sosial masyarakat. Pengajian rutin masyarakat bisa disisipi dengan penyuluhan bagaimana mengembangkan bisnis kebun energi dan pabrik wood pellet.

4. Pemetaan Pemangku Kepentingan (Stakeholder)

Sebelum proyek dijalankan seharusnya sebuah pekerjaan untuk memetakan para pemangku kepentingan dilakukan dengan cermat. Pemetaan stakeholder akan memberikan informasi yang penting untuk mengetahui tingkat resiko dan pengendalian proyek. Bangkalan adalah kota di Pulau Madura yang paling dekat dengan pusat pemerintahan Propinsi Jawa Timur. Setelah lama “terisolir” kini terbuka aksesnya oleh keberadaan Jembatan Suramadu dimana pengunjung dari luar Madura lebih banyak keluar masuk Bangkalan, bahkan hanya untuk sekedar mencicipi Bebek Sinjai, dan pulang setelah puas. Ada hal yang menarik terkait kondisi sosial budaya, dimana Bangkalan dan 3 kota besar lainnya di Madura adalah Kota Santri, namun kini menjadi terbuka karena aksesibilitas. Akibat otonomi daerah yang dominan, berbagai proyek yang dilaksanakan di daerah harus memperhatikan bagaimana mekanisme pelibatan unsur daerah dalam proyek tertentu. Jika kita salah strategi dalam menjalankan proyek terkait bagaimana melibatkan peran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat, maka aktivitas proyek bisa terhambat oleh persoalan-persoalan yang tidak perlu.
Pemetaan stakeholder juga akan mengkaitkan peran stakeholder yang satu dengan stakeholder yang lain. Di tingkat Kabupaten, Bupati adalah bak seorang Raja, dan Dinas Kehutanan adalah salah satu menteri di wilayah Kabupaten. Mereka berhak mengatur wilayahnya sesuai dengan kebijakan Pemerintah Daerah termasuk proyek-proyek pemerintah yang dianggarkan di tingkat Kabupaten. Pemerintahan dibawahnya adalah Kecamatan dan Desa yang memiliki peran ikut mengontrol dari aspek kewilayahan termasuk keamanan. Lingkungan Pesantren hampir dijumpai di setiap Kecamatan bahkan Desa, dimana masing-masing punya Tokoh agama yang digugu dan ditiru. Masyarakat dan Petani adalah stakeholder di tingkat grass root yang perlu mendapat perhatian khusus. (Bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>