BEE dan Kelompok Tani

kegiatan_43a-161062_200x200

Upaya restorasi untuk memulihkan lahan kritis yang dilakukan melalui proyek Enhancing Sustainable Management of Community-based Wood Pellets Production as Biomass Energy to Support Low Carbon Economy and Climate Change Mitigation in Bangkalan, Madura, East Java, salah satunya adalah dengan mengembangkan Kebun Energi Biomassa (BEE). Pengembangan BEE adalah menciptakan kebun energi yang multifungsi, tidak hanya membuat kebun kaliandra secara monokultur, namun bisa dikombinasikan dengan jenis-jenis lain yang bermanfaat. Jarak tanam juga bisa dibuat bervariasi menyesuaikan kebutuhan para petani dan ketersediaan bibit yang akan ditanam. Continue reading BEE dan Kelompok Tani

Dan Proyek Pun Bergulir…

kegiatan_15a-205880_200x200

Diseminasi suatu program atau proyek merupakan salah satu cara untuk meningkatkan keterpaparan masyarakat akan tujuan program atau proyek tersebut. Demikian pula halnya dengan proyek Enhancing Sustainable Management of Community-based Wood Pellets Production as Biomass Energy to Support Low Carbon Economy and Climate Change Mitigation in Bangkalan, Madura, East Java dilakukan kegiatan promosi dan sosialisasi mengenai proyek ini. Tujuannya selain mengedukasi masyarakat sekitar proyek juga diharapkan mampu menjangkau masyarakat lebih luas mengenai manfaat adanya proyek ini. Manfaat itu bisa berupa pengetahuan ataupun hal lain bisa dinikmati oleh masyarakat luas. Oleh karena itu perlu adanya peneguhan proyek dan sosialisasi melalui peluncuran proyek secara resmi.
Continue reading Dan Proyek Pun Bergulir…

Tak Kenal Maka Tak Sayang….

kegiatan_15b-130037_200x200

Diseminasi suatu program atau proyek merupakan salah satu cara untuk meningkatkan keterpaparan masyarakat akan tujuan program atau proyek tersebut. Demikian pula halnya dengan proyek Enhancing Sustainable Management of Community-based Wood Pellets Production as Biomass Energy to Support Low Carbon Economy and Climate Change Mitigation in Bangkalan, Madura, East Java dilakukan kegiatan promosi dan sosialisasi mengenai proyek ini. Tujuannya selain mengedukasi masyarakat sekitar proyek juga diharapkan mampu menjangkau masyarakat lebih luas mengenai manfaat adanya proyek ini. Manfaat itu bisa berupa pengetahuan ataupun hal lain bisa dinikmati oleh masyarakat luas. Continue reading Tak Kenal Maka Tak Sayang….

Menentukan Demplot BEE

kegiatan_12b-72482_200x200

Kebun energi atau Biomass Energy Estate (BEE) harus dirancang sedemikian rupa agar keberlangsungan pasokan bahan baku tanaman kaliandra bisa tetap terjaga. Ruang tumbuh yang bervariasi sangat menentukan pola agroforestry dan teknik silvikultur yang bisa bervariasi pula. Disain BEE diperlukan untuk memudahkan perencanaan lahan dimulai dari proses persiapan (pengadaan bibit, persemaian, pemeliharaan persemaian, penyapihan) sampai pada proses penanaman di lapangan, dan penyulaman jika ada tanaman yang mati. Kelompok tani FMU Gerbang Lestari telah dibentuk sejak lama yang diawali oleh berdirinya kelompok tani Gunung Mere. Pengalaman kelompok tani dalam kegiatan pembibitan tanaman hutan tidak diragukan lagi sehingga banyak pelajaran lapangan yang bisa dibagi dan dituangkan dalam proses diskusi antar kelompok tani. Kekayaan pengalaman dan pengetahuan kemudian akan di transformasi dalam pembangunan kebun energi kaliandra. Proses FGD yang dilakukan akan menggiring peserta mencari bentuk-bentuk kebun energi yang ideal berdasarkan best practices pengelolaan kebun bibit.
Continue reading Menentukan Demplot BEE

Mempersiapkan Sang Jagoan…

kegiatan_13a-219108_200x200

Tanaman kaliandra merah dipilih sebagai tanaman pokok kebun energi biomasa, hal ini mengingat species tersebut mempunyai produktifitas yang tinggi, mempunyai kesesuaian daya adaptasi yang tinggi untuk dapat tumbuh di lahan kritis dan dapat meningkatkan kesuburan tanah. Hasil desk study oleh tenaga ahli silvikultur merekomendasikan tjenis kaliandra merah sebagai tanaman pokok kebun energi. Pembangunan kebun biomassa dilakukan pada lahan kritis seluas 170 Ha, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku untuk produksi wood pelet. Industri pengolahan wood pelet akan di kembangkan dalam sekala inkubator untuk memberikan nilai tambah dari kebun energi biomasa melalui pengolahan hasil tanaman dari kebun energi biomassa. Continue reading Mempersiapkan Sang Jagoan…

Saatnya Menanam

kegiatan_13b-221498_200x200

Sertifikasi hutan lestari saja belum cukup, di arel FMU masih dijumpai lahan-lahan kosong yang belum dioptimalkan sebagai lahan yang harus ditanami. Selain itu dalam rangka merehabilitasi lahan kritis di perlukan strategi tambahan untuk mendukungnya berdasarkan kebutuhan proyek untuk mengembangkan kebun energi biomassa. Penyediaan bahan baku biomassa dari tanaman kaliandra diperlukan untuk memasok bahan baku industri wood pelet yang akan dikembangkan dalam proyek ini.
Continue reading Saatnya Menanam

Tak Menembus Batas…

kegiatan_11a-118178_200x200
Proyek ini menfokuskan pada kegiatan pemetaan lapangan terkait dengan ketersediaan lahan yang akan dipergunakan sebagai demplot Kebun Energi. Lahan yang dipilih merupakan lahan kritis atau tidak produktif yang dimiliki secara privat oleh kelompok tani FMU Gerbang Lestari. Penggunaan lahan milik masyarakat untuk demplot kebun energi akan diperkuat dengan perjanjian secara tertulis.
Continue reading Tak Menembus Batas…

Musabab Kaliandra Terpilih…

kegiatan_12a-243458_200x200
Untuk mendukung pilihan jenis-jenis tanaman yang sesuai untuk kebun energi perlu dilakukan suatu kajian mengenai jenis pohon yang akan digunakan sebagai sumber bahan baku bagi kelangsungan pabrik wood pellet. Faktor pertimbangan meliputi: nilai kalori biomassa pada jenis tanaman jika dibakar, jumlah biomassa yang dihasilkan, kecepatan tumbuh pohon, kemampuan tumbuh di lahan miskin hara, kemudahan pemeliharaan tanaman, dan menimbang durasi proyek yang singkat. Continue reading Musabab Kaliandra Terpilih…

Saatnya Masyarakat Menjadi Panglima

kegiatan-11b-152729_200x200
Keberhasilan suatu program kegiatan menuntut adanya kerjasama para pemangku kepentingan (stakeholder) yang terlibat dalam proses pelaksanaan. Dalam rangka mewujudkan hal tersebut salah satunya bisa dibangun lewat adanya komunikasi yang terjalin diantara para pemangku kepentingan dan pelaksana proyekKoordinasi dan komunikasi menjadi key success factor bagi kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat, khususnya kelompok tani dan gabungan kelompok tani hutan (Gapoktan) di areal yang akan dijadikan site proyek.
Continue reading Saatnya Masyarakat Menjadi Panglima

Penanda-tanganan MOU

kegiatan-11c-198150_200x200
Setelah melalui proses konsultasi dengan pemangku kepentingan terutama adalah para kelompok tani yang tergabung dalam FMU Gerbang Lestari, kegiatan selanjutnya adalah mencapai kesepakatan bersama antara petani pemilik lahan, ketua kelompok tani, Ketua FMU, dan PIU. Kesepakatan ini adalah berbentuk hitam diatas putih, artinya semua pihak menandatangani kesepakatan dan disaksikan oleh PIU dan PMU.
Continue reading Penanda-tanganan MOU