Mempersiapkan Sang Jagoan…

kegiatan_13a-219108_200x200

Tanaman kaliandra merah dipilih sebagai tanaman pokok kebun energi biomasa, hal ini mengingat species tersebut mempunyai produktifitas yang tinggi, mempunyai kesesuaian daya adaptasi yang tinggi untuk dapat tumbuh di lahan kritis dan dapat meningkatkan kesuburan tanah. Hasil desk study oleh tenaga ahli silvikultur merekomendasikan tjenis kaliandra merah sebagai tanaman pokok kebun energi. Pembangunan kebun biomassa dilakukan pada lahan kritis seluas 170 Ha, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku untuk produksi wood pelet. Industri pengolahan wood pelet akan di kembangkan dalam sekala inkubator untuk memberikan nilai tambah dari kebun energi biomasa melalui pengolahan hasil tanaman dari kebun energi biomassa.

Untuk itu dipelukan mekanisme kerjasama dengan provider benih kaliandra merah yang terpercaya menyediakan benih unggul. Provider harus mampu menunjukkan kualitas benih sangat baik dengan prosentase tumbuh yang tinggi dibuktikan dengan hasil ujicoba/test kualitas benih. Setelah tersedia benih dengan kualitas dan kuantitas yang memadai, maka Project Implementing Unit (PIU) mendorong terciptanya kebun bibit kaliandra yang di koordinir oleh para ketua kelompok tani dan Ketua Gabungan Kelompok Tani (FMU Gerbang Lestai).

Kegiatan ini melibatkan partisipasi dari petani lokal dalam melakukan pembibitan. PMU melakukan pembelian benih Kaliandra sebanyak 125 kg. Benih ini kemudian diserahkan kepada PIU yang akan mengkoordinir para petani untuk menebarkan benih tersebut pada bedeng-bedeng yang telah disediakan.

Jumlah bedeng yang tersedia adalah sebanyak 265 bedeng atau seluas sekitar 5000 m2 dari target awal sebanyak 200 bedeng. Hal ini disebabkan karena antusiasme yang tinggi dari para petani terhadap proyek ini. Pembuatan bedeng tabur harus memenuhi standar sistem cabutan (stump) dengan struktur tanah yang memungkinkan akar tumbuh dengan baik dan gampang dicabut. Pemberian pupuk organik: pupuk daun, seresah, pupuk kandang, dll telah dilakukan sebelum benih disebar. Pemeliharaan dilakukan secara rutin setiap tiga kali dalam seminggu, meliputi penyiangan, penggemburan tanah, dan penyiraman. Para petani juga berinisiatif untuk menyemprotkan pupuk daun secara sukarela (biaya ditanggung sendiri). Bibit tanaman tumbuh dengan baik dengan persentase tumbuh berkisar 85-90%. Selain kaum laki-laki, pekerjaan pembibitan ibni dilakukan juga oleh kaum perempuan untuk membantu tugas-tugas kaum Bapak.

Kegiatan ini telah berhasil menyediakan benih Kaliandra merah yang dibutuhkan sebagai sumber tanaman utama yang akan ditabur pada bedeng-bedeng pembibitan. Setelah berumur sekitar 3 bulan, bibit ditanam pada demplot kebun energi seluas 170 ha. Bedeng-bedeng tabur yang tersedia, yaitu lahan kecil ukuran 1-1,5 m x 5-10 m sebagai tempat pembibitan untuk Kaliandra merah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>