Menebar Biji, Menuai Wood Pellet

2014516140822-3273785_200x200
Hari berganti bulan, bulan berganti tahun, waktu terus berlalu. Saatnya petani menikmati hasil jerih payah. Biji dan bibit yang disebarkan di persemaian dan di ladang-ladang petani, kini sudah saatnya dituai. “Saya ingin mengirim lima pickup..!”. kata Pak Matjuri dengan mata berbinar-binar. Ukuran satu pickup kayu kaliandra jika dihitung lebih dari satu ton, tepatnya sekitar 1,6 ton bahan baku. Yang jelas harga kayu kaliandra lebih tinggi dibandingkan dengan harga kayu bakar di seantero Geger. Inilah yang membuat mereka bersemangat karena kebun energinya sudah bisa panen. Lahan yang dulunya kosong kini menghasilkan uang.

Dalam waktu tidak lebih dari satu minggu ini halaman pabrik CV Gerbang Lestari dipenuhi oleh batang dan ranting kaliandra dan gliriside. Ada yang seukuran kaki, tangan, namun ada juga yang seukuran jempol tangan. Para petani sangat antusias, bahkan banyak pula petani di luar anggota kelompok Tani FMU Gerbang Lestari yang ingin dipersilakan masuk.

Stop dulu stop dulu…!! kata Romli untuk mencegah para petani mengirimkan bahan bakunya melampaui batas yang bisa diterima.” Ini masih dalam uji coba mesin-mesin, jadi belum bisa maksimal kita menerima bahan baku dari petani,” kata Abah Irham. Jika tak direm, tentu halaman ini tidak akan cukup dan pengeluaran biaya bahan baku akan membengkak terus… tambahnya.

Kaum hawa pun ikut berpartisipasi menata tumpukan kayu dan memotong-motong ranting agar enak dimakan oleh mesin Chipper. Mereka ingin mewujudkan mimpi indah agar kehidupan mereka bisa menjadi lebih bermakna… Insyaallah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>