Donor and Journalist Visit – 24 June 2014

IMG_3204-4690324_200x200
Sebuah perhelatan meriah telah dilakukan di Kombangan, Geger Bangkalan, sebagai pusat kegiatan FMU Gerbang Lestari dan Pabrik Wood Pellet CV Gerbang Lestari. Kegiatan itu adalah kunjungan Donor ICCTF dan wartawan pada tanggal 24 Juni 2014 lalu. Tepat jam 09.15 rombongan ICCTF datang dari arah barat menuju tempat pertemuan. Segera tim Marching Band Darrul Ittihad mulai beraksi mendendangkan berbagai lagu dan mars yang tampak sangat padu dan harmoni yang membangkitkan kekaguman pengunjung. Di tempat yang cukup terpencil ini menggelegar bahana musik dan genderang sesekali diringi dengan bell dan seruling. Setelah pertunjukan selesai dan pengunjung telah cukup beristirahat, kegiatan Tour ke pabrik dan mengikui kegiatan produksi wood pellet dilakukan.
Continue reading Donor and Journalist Visit – 24 June 2014

Ringkasan Eksekutif Proyek

Slide show 3Proyek yang didanai oleh ICCTF ini menjalankan program utama yaitu: 1. Membangun kebun energi kaliandra merah dengan pola Short Rotation Coppice System (SRC) atau Tanam, Tebang, Trubus; 2. Membangun industri pelet kayu berbasis masyarakat dalam skala inkubator, dan 3. Mengembangkan kapasitas dan edukasi ke berbagai pihak seperti masyarakat terutama petani dan kelompok tani, pemerintah lokal, pemerintah pusat dan para pemangku kepentingan. Setelah dua tahun (21 bulan) proyek ini dijalankan, beberapa hasil utama yang bisa dikembangkan adalah: 214 hektar kebun kaliandra merah yang siap menyuplai bahan baku wood pellet dan karbon tersimpan dalam bentuk biomasa; satu bangunan pabrik seluas 200 m2 beserta mesin-mesin pengolah wood pellet dan sambungan listrik PLN 197 KW yang telah menghasilkan produk wood pellets; kelembagaan masyarakat yang sudah tertata untuk mengelola kebun energi dan industri wood pellet, proses penghitungan karbon tersimpan dan monev, training dan bimbingan teknis petani, serta pengadaan barang dan jasa yang mendukung operasional proyek.

Pembangunan Kebun energi yang terintegrasi dengan pabrik pengolahan energi biomasa merupakan penerapan Gerbang Lestari pelletprinsip carbon neutral dan baru pertama kali diterapkan di Indonesia, tepatnya di Bangkalan, Madura. CO2 yang diserap oleh tanaman melalui proses fotosintesis dan dibakar akan mengeluarkan emisi pada tingkat nol. Kebun Energi kaliandra merah dibangun oleh masyarakat atau kelompok tani FMU Gerbang Lestari yang terdiri dari 10 kelompok tani. Mereka mengembangkan persemaian kaliandra di perwakilan kelompok dan menanam kaliandra dan ditanam di kebun energi menggunakan teknik silvikultur yang sesuai dengan kondisi setempat. Panen kaliandra baru bisa dimulai pada bulan Mei 2014 atau tepatnya setelah tanaman kaliandra berumur 14 bulan. Panen ini menandai aktivitas pabrik CV gerbang Lestari telah dimulai. Berdasarkan pengolahan data penghitungan karbon di Kebun Energi, perkiraan penurunan emisi (Estimated Emission Reducation) pada areal kebun energi kaliandra FMU sebesar 69,69 ton CO2eq/ha/tahun (emisi kebun energi kaliandra) – 22,02 ton CO2eq/ha/tahun (emisi hutan rakyat FMU) = 47,67 ton CO2eq/ha/tahun.

DSCN0046Sampai dengan akhir proyek ini telah dihasilkan wood pellets oleh CV Gerbang Lestari dan telah tersimpan di Gudang produksi sebanyak 12 ton. Pengembangan industri wood pellet berbasis masyarakat berskala inkubator dibangun di atas tanah dengan luas sekitar 200 m 2. Mengingat proses pengadaan barang yang cukup panjang, mesin-mesin wood pellet baru mulai dioperasikan pada bulan Juni 2014 dan melalui proses ujicoba dan perbaikan-perbaikan (fine-tuning) mesin serta variasi penggunaan bahan baku wood pellet. Walaupun berada ditengah-tengah kampung, CV Gerbang Lestari telah mengantongi semua persyaratan legalitas pabrik seperti SIUP, TDP, HO, dan kta Pendirian. Petani dan karyawan pabrik telah memperoleh pendidikan dan training manajemen pabrik dan pengolahan mesin-mesin pengolah wood pellet dan mereka mampun mengembangkan pengetahuan mesin dan produksi wood pellet berdasarkan ujicoba dan pengalaman empirik.

Proyek ini juga menjalankan aktivitas pengembangan kapasitas petani dan kelembagaan melalui program training, Focus Group Discussion (FGD),dan bimbingan teknis. Kegiatan training dan FGD ini meliputi pengembangan persemaian, penanaman, monev, dan pemeliharaan kebun energi kaliandra. Dalam konteks pengembangan model bisnis, aturan internal, policy, visi, misi, nilai-nilai, model produksi, model profit sharing, dan sebagainya mengkaitkan antara proses produksi wood pellet dengan kemampuan kebun energi kaliandra memasok bahan baku. Model bisnis ini menjadi modal utama pengelola pabrik CV gerbang Lestari menjalankan aktivitas bisnis yang bercorak kerakyatan.

Secara umum disain proyek ini sudah semuanya berjalan, integrasi antara mitigasi perubahan iklim, peningkatan kualitas ekosistem dan penguatan ekonomi masyarakat sudah bisa diwujudkan. Jika model proyek Bangkalan ini akan direplikasi di daerah lain, maka perlu disesuaikan dengan kondisi setempat dan memperhatikan hasil-hasil pengembangan kebun energi dan pabrik wood pellet serta penetrasi pasar yang lebih luas.

Kata kunci: Kebun Energi, Wood pellets, Carbon Neutral, SRC, kaliandra, emission reduction

Daru Asycarya – September 2014

Apa Keterkaitan Proyek ini dengan RAN GRK dan Prioritas Sektor Kehutanan?

IKETERKAITAN DENGAN RAN-GRK

IMG_9775-163425_200x200Pemerintah telah menerbitkan Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GRK) melalui Peraturan Presiden Nomor. 61 Tahun 2011. RAN-GRK tersebut merupakan dokumen rencana kerja untuk pelaksanaan berbagai kegiatan yang secara langsung dan tidak langsung menurunkan emisi gas rumah kaca sesuai dengan target pembangunan nasional, yang meliputi bidang: a). Pertanian; b). Kehutanan dan lahan gambut; c). Energi dan transportasi; d). Industri; e). Pengelolaan limbah; dan f). Kegiatan pendukung lain. Rencana aksi yang terkait dengan pengembangan biomasa tercakup dalam bidang Kehutanan dan lahan gambut dan bidang Energi dan transportasi.
RAN-GRK periode 2010-2014, pada bidang kehutanan telah ditetapkan sasaran terlaksananya rehabilitasi hutan pada DAS prioritas seluas 500.000 ha dan terlaksananya rehabilitasi lahan kritis pada DAS prioritas seluas 1.954.000 ha serta peningkatan usaha hutan tanaman seluas 3 juta ha. Proyek ini secara langsung mendorong program rehabilitasi lahan kritis di areal Geger, Kabupaten Bangkalan, Madura melalui penanaman kaliandra di kebun energi. Wilayah Geger termasuk DAS Blega yang termasuk priioritas untuk direhabilitasi dan dihijaukan melalui program penghutanan, sekaligus membantu mengurangi potensi banjir. Areal-Geger-tahun-70-an
Dalam RAN-GRK periode 2010-2014, pada bidang energi telah ditetapkan sasaran terbangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Biomasa (PLTB) dengan kapasitas 16,50 MW. Apabila dari kapasitas tersebut diarahkan untuk menggunakan wood pellet, maka sumber energi terbarukan ini secara langsung menyumbang peran dalam menyediakan sumber bahan bakar biomasa buat PLTB.

KETERKAITAN DENGAN PRIORITAS SEKTOR

Dalam bidang Kehutanan, rencana aksi nasional GRK tersebut meliputi penyelenggaraan rehabilitasi hutan dan lahan, dan reklamasi hutan di DAS, pengembangan perhutanan sosial dan Peningkatan usaha hutan tanaman. Memang di bidang kehutanan lebih banyak terlibat dalam penyediaan lahan yang akan dikembangkan sebagai areal penanaman kebun energi biomasa, sekaligus untuk merehabilitasi lahan-lahan kritis pada wilayah DAS prioritas. Pada bidang Energi dan transportasi, rencana aksi yang bisa dikaitkan dengan ppengembangan energi biomasa meliputi Penyediaan dan pengelolaan energi baru terbarukan dan konservasi energi (pembangunan pembangkit listrik tenaga biomasa) dan Reklamasi lahan pasca tambang (dengan penanaman pohon jenis kayu energi). Sebenarnya dalam bidang industri juga dapat diarahkan pada pengembangan energi biomasa yaitu tersusunnya pedoman penggunaan biomasa dan teknologi lainnya pada industri semen.
Pembakar-wp-modernSelain RAN GRK, proyek ini secara nyata mendukung Arah dan Kebijakan Ditjen BPDAS PS 2010-2014, yaitu Pemberdayaan Masyarakat di Sekitar Hutan dan Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Sektor Kehutanan. Sedangkan penjabaran di level indikator, BPDAS PS memiliki prioritas utama terkait dengan Indikator Kinerja Utama (IKU), Indikator Kinerja Khusus (IKK) pada Direktorat Bina Perhutanan Sosial (BPS), Direktorat Jenderal BPDAS PS, dan sasaran proyek ini sejalan dengan indikator tersebut.

Daru Asycarya-September 2014

Sambutan Pak Wiratno di Penghujung Proyek

Wiratno

Tidak terasa proyek ICCTF-Kemenhut yang berjudul Enhancing Sustainable Management of Community-based Wood Pellets Production as Biomass Energy to Support Low Carbon Economy and Climate Change Mitigation in Bangkalan, Madura, East Java telah berakhir. Proyek ini dirancang sebagai model pengelolaan kebun energi yang terintegrasi dengan pabrik wood pellet dan dikelola oleh masyarakat, dimana wilayah hutannya telah memperoleh sertifikat hutan lestari dari LEI. Peran pengelola hutan lestari untuk kesejahteraan sangat signifikan untuk mendorong tercapainya prinsip triple bottom line yaitu: Planet, People, dan Profit. Tak terkecuali pengelolaan hutan berbasis masyarakat telah menyumbang perbaikan lingkungan dan perekonomian nasional yang tidak sedikit. Sedangkan wood pellet adalah bahan bakar biomasa yang termasuk energi terbarukan yang merupakan carbon neutral. Hutan Rakyat Gerbang Lestari di Kecamatan Geger Bangkalan Madura adalah salah satu contoh kampus lapangan yang menyajikan banyak hal seperti: keberhasilan penghijauan kawasan Geger dalam mengurangi banjir tahunan, hutan rakyat yang bersertifikat ekolabel, pengembangan kebun energi kaliandra bercorak short rotation coppice system, dan pengelolaan industri wood pellet berbasis masyarakat.
Sebelumnya Kementerian Kehutanan c.q Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan PerhutananSosial (BPDAS-PS) telah mengajukan proposal proyek ini kepada Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF)-Bappenas dan telah disetujui pendanaannya berdasarkan SPK Nomor: 003/SPK/ICCTF/X/2012 dan PKS.2/V-BPS/2012 pada bulan September 2012. Dengan demikian, pada tanggal 30 September 2014 ini aktivitas proyek telah genap dua tahun sejak ditandatanganinya Perjanjian Kerjasama tersebut.
Sampai dengan akhir periode proyek ini telah diselesaikan seluruh kegiatan dan sub kegiatan yang mendukung tercapainya output. Beberapa hasil utama adalah sebagai berikut:
a. Terbangunnya kebun energi kaliandra seluas 214 hektar milik petani yang sebagian sudah dipanen untuk kebutuhan pabrik wood pellet CV Gerbang Lestari di Desa Kombangan, Kecamatan Geger
b. Terbangunnya pabrik wood pellet yang bernama CV Gerbang Lestari yang telah memiliki kelengkapan mesin-mesin pengolah wood pellet dan legalitas usaha
c. Kapasitas petani dan kelembagaan masyarakat yang sudah mengalami peningkatan dalam rangka pembangunan kebun energi dan pabrik wood pellet
d. Terselenggaranya kegiatan pengukuran karbon tersimpan di areal kebun energi kaliandra
e. Terciptanya prakondisi dan persiapan masyarakat menyambut era industrialisasi di wilayah hutan rakyat Gerbang Lestari
Proyek ini telah berakhir, sukses dan keberhasilan beberapa tahap pelaksanaan program pengembangan kebun energi kaliandra dan industri wood pellet skala inkubator di Geger, Bangkalan sampai saat ini merupakan hasil dukungan dan jerih payah banyak pihak. Oleh karena itu kami mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Bangkalan atas dukungannya, Dr Yetti Rusli sebagai penggagas dan pendorong terwujudnya keberhasilan proyek ini, Prof. Yanto Santosa beserta Sekretariat ICCTF yang menjadi pendukung proyek ini dengan menyediakan pendanaan dan bimbingan teknis, para kyai dan alim ulama di Bangkalan, Dinas Kehutanan Propinsi Jatim dan Dishutbun Kabupaten Bangkalan, Kepala BPDAS Brantas Jatim, Trio Penjaga Geger: KH Irham Rofii, H. Ghozali Anshori, dan H. Noeryanto sekaligus sebagai Staff PIU, Petani dan kelompok Tani, Tim Project Management Unit di Bogor: Daru Asycarya, Endang Kintamani, Yulianti Lestari Inggu Putri, Ferry, Nur Saadun, Catur Teguh Oktavianto, Suhendra, dan personel yang sempat bergabung di PMU yaitu: Ulfah Alifia, Asih Andriyani, Neira Purwanti Ismail, Indra Eka Prabowo, dan Faiz Yajri.
Kami juga memberi penghargaan yang tinggi kepada PPK Sri Lasmi, Bendahara Suwardi, Tim Pemeriksa Barang: Lusi Ardiputri, Yulinda Rudjito, Suratman, Dyah Winarsih, dan Tb Ajie R. Tak lupa kami berterimakasih kepada Dr Haryadi Himawan, Sugeng Marsudiarto dan Eri Indrawan selaku mantan NPD dan PPK yang telah mencurahkan segala pikiran dan tenaganya untuk mensukseskan proyek ini; demikian pula untuk Pejabat Pengadaan barang: Nikholas, Kamarudin, Belgrad, dan Roland. Terimakasih juga kepada seluruh karyawan pabrik CV Gerbang Lestari, PT Cans Agrinusa selaku pabrikan mesin wood pellet dan CV Fajar Jaya Sentosa selaku perusahaan penyedia mesin-mesin, Staff BPDAS PS Kementerian Kehutanan yang terlibat langsung maupun tidak langsung, Tenaga Ahli dari CV IDEAS: Wahyu Riva, Teguh Suprapto, Prijanto Pamoengkas, Firman Fahada, Eko SB Setyawan, Gladi Hardiyanto yang membantu proyek sebagai fasilitator kegiatan dan pembimbing teknis, serta semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.
Akhirnya, semoga Laporan Akhir Proyek ini memberikan pembelajaran bagi pihak-pihak kunci dalam rangka penyumbangan program atau replikasi prototipe di Proyek Bangkalan ini.

Jakarta, 30 September 2014

Ir. Wiratno, MSc
National Project Director

Energi yang Dapat Kembali

Daru-santaiPara Pembaca yang Budiman,

Dunia ini semakin tua, sumberdaya alam semakin langka. Batubara tersingkap dimana-mana, lingkungan hancur tak terkira. Polusi dan emisi CO2 tetap bersemayam di udara. Inilah masa dimana kita bisa memulai. Dari diri sendiri. Menggunakai energi yang bisa diperbaharui.Menggunakan bahan bakar yang dapat kembali. Tanam, Tebang, Terubus itulah rahmat Allah yang kita syukuri. Kebanyakan orang tidak menyadari. Dari kekayaan Indonesia kita sudah bisa mandiri. Hanya keserakahan dan ketamakan yang membuat bangsa ini tidak mampu berdiri di kaki sendiri.
Renungan Akhir Mei 2015.

Salam hangat,

Daru Asycarya – Admin

Kaliandra Nan Menjulang

IMG_9873-313527_200x200
Indra Eka Prabowo tercekat. Staff Monitoring dan Evaluasi ICCTF-Mofor ini pangling saat berjalan menyambangi kebun Musawwi di Blok Tretah Desa Togubang, Kecamatan Geger, Bangkalan. Mafhum saja 6 bulan silam saat berkunjung kondisi lahan seluas 1.500 m2 itu tidak lebih dari rerimbunan pohon kaliandra seolah “malas” tumbuh. Tinggi kaliandra merah tampak bersaingan dengan rerumputan yang juga tidak kalah subur.
Continue reading Kaliandra Nan Menjulang

Selamat Rupiah Berkat Limbah

IMG_0923-202104_200x200
Pemakaian biomassa ternyata bikin kantong makin gembung. Tidak percaya? Tengok saja pengalaman perusahaan penghasil semen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Sejak 2009, Semen Indonesia mulai memanfaatkan limbah biomassa sebagai subtitusi batubara. Mafhum saja batubara selama ini menjadi andalan industri semen. Namun, batubara kalori tinggi mulai sulit didapat. Walhasil alternatif lain seperti batubara kalori menengah serta limbah biomassa menjadi incaran.
Cara terakhir itulah yang dilakoni oleh pabrik PT Semen Indonesia di Tuban, Jawa Timur. Limbah biomassa yang berlimpah seperti sekam padi, sisa tembakau tidak lulus uji, serbuk gergaji dan cocopeat menjadi andalan. Hasilnya mujarab, sejak 2009 hingga 2012 terjadi penghemata batubara sebanyak 162.990 ton. Jumlah itu setara dengan Rp57,272-miliar.
Continue reading Selamat Rupiah Berkat Limbah

Mau Bakulan Wood Pellet apa Briket Biomasa?

Mau Bakulan Wood Pellet ataukah Briket?
Eko SB Setyawan
Editor: Daru Asycarya

Pellet-or-Briket-85239_200x200

Indonesia adalah negara tropis yang kaya akan potensi biomasa baik dari kuantitas maupun keanekaragamannya. Menurut ESDM potensi limbah biomasa Indonesia bila dikonversi menjadi energi listrik sebesar 49.810 MW dan yang sudah dimanfaatkan sebesar 1.618,40 MW atau baru 3,25%-nya. Padahal biomasa tersebut bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan antara lain untuk energi, memperbaiki kesuburan tanah, menyerap karbon dioksida dari atmosfer hingga produksi berbagai bahan kimia. Secara skema tingkat kesiapan teknologi dan nilai keekonomian dari pemanfaatan limbah biomassa tersebut seperti pada skema dibawah ini:
Continue reading Mau Bakulan Wood Pellet apa Briket Biomasa?