Profil Kelembagaan Kelompok Tani (FMU) Gerbang Lestari

 

IMG_2641-3043810_200x200
Nama “Gerbang Lestari” sudah tidak aneh lagi buat masyarakat di Kecamatan Geger, Bangkalan karena nama ini identik dengan organisasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang bernama “Gunung Mere”. Kesepakatan nama ini muncul ketika persiapan sertifikasi PHBML LEI dilakukan dengan Lembaga Pendamping PERSEPSI tahun 2010. Di tahun yang sama, Gapoktan Gunung Mere yang bernama FMU Gerbang Lestari mendapat ganjaran hadiah berupa sertifikat pengelolaan hutan berbasis masyarakat lestari (PHBML) oleh PT Mutuagung Lestari. Standar penilaian sertifikasi ini menggunakan standar LEI (Lembaga Ekolabel Indonesia) besutan Prof. Emil Salim dan stakeholder di Indonesia. Prestasi demi prestasi yang diraih menggulirkan banyak resonansi hingga sampai ke pengembangan integrasi kebun energi kaliandra dan industri wood pellet berbasis masyarakat.
Inilah beberapa informasi mengenai kelembagaan masyarakat Unit manajemen “Gerbang Lestari”:1. Nama Unit Manajemen: Forest Management Unit (FMU) “Gerbang Lestari” Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan

2. Status: Gabungan Kelompok Tani Penghijauan (KTP) dari 3 Desa (Geger, Kombangan dan Togubang) di Kecamatan Geger

3. Kedudukan: Jl Raya Kombangan, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

4. Pengurus dan asal KTP (Kelompok Tani Penghijauan)
Ketua : H. Ghozali Ansori
Wakil Ketua : H. Musawwi
Sekretaris I : Nurul Huda
Sekretaris II : Khosifah
Bendahara I : Kaptiyah
Bendahara II : Khosifah
Seksi-seksi :
1) Seksi Budidaya dan Konservasi : 1. Moh. Tamin, 2. H. Hasun, 3. Haris, 4. P. Hasanah
2) Seksi Pengembangan Organisasi : 1. Moh. Takram; 2. Moh. Romli; 3. Sulaiman
3) Seksi Usaha dan Jaringan Pasar : 1. H. Sahid; 2. Hasan; 3. Rustad
4) Seksi Hubungan Masyarakat & Keamanan : 1. Moh. Sagi. 2. Moh. Zaini 3. Maklan.
5. Anggota
Tiga (3) Gabungan Kelompok Tani Penghijuan (KTP), dengan jumlah petani 7.473 KK, dan luas lahan 3.427,110 Ha (Pekarangan 349,905 Ha, Tegalan 3.077,205 Ha)

6. Jenis tanaman tegakan dominan; Acacia auriculiformis, Sengon, Jati dan Mahoni, bawah tegakan ; empon – empon, dan tanaman pangan.

7. Cita-cita (VISI)
”Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berbasis hutan rakyat”.

8. Langkah yang ditempuh (MISI)
a. Melakukan sosialisasi tentang pentingnya hutan rakyat kepada masyarakat.
b. Menumbuhkan semangat gemar menanam bibit tanaman tanaman hutan.
c. Meningkatkan hasil hutan rakyat dari tanaman bawah tegakan dan hasil hutan non kayu.
d. Meningkatkan mutu pengelolaan hasil hutan rakyat.
e. Mengabdikan diri kepada masyarakat dalam pelestarian hutan.

9. Kondisi Fisik, Letak dan Luas Areal UM

Sebagian besar Kecamatan Geger, tanahnya sebagian terdiri dari tanah pegunungan dan sebagian lagi tanah datar. Kecamatan Geger memiliki 13 Desa/Kelurahan dengan total luas wilayah sebesar 12.455,67 Ha, sedangkan wilayah program ini terdiri dari 3 Desa/Kelurahan yaitu Desa Geger, Togubang dan Kumbangan. Dipilihnya 3 Desa ini lebih karena kondisi penutupan tajuk tanaman kayu relatif rapat dibandingkan desa-desa yang lain, serta letak desa yang berdampingan/satu hamparan, serta merupakan wilayah tanggapan air bagi Kecamatan Geger.

10. Pemanfaatan Hasil Hutan

Hasil hutan berupa kayu dan bukan kayu, kayu dimanfaatkan untuk dijual kepasar umum serta untuk kebutuhan sendiri. Penjualan ke pasar umum sebagian besar dalam bentuk glondong, hanya sebagian kecil saja yang dijual dalam bentuk olahan, yakni oleh para pengrajin kayu. Cabang dan ranting dimanfaatkan untuk bangunan dapur dan kandang serta untuk kayu bakar, sedangkan daun-daun banyak dimanfaatkan untuk industri rumah tangga tempe atau pembungkus makanan pada acara hajatan di masyarakat. Sedangkan tonggak bekas tebangan pohon dibiarkan dialam dengan tujuan agar akarnya tetap dapat menahan erosi, ditunggu semainya (sulen) serta memudahkan pengingatan untuk merencanakan penebangan berikutnya.

Hasil hutan non kayu terutama dari bawah tegakan berupa tanaman empon-empon (kunir, jahe) dan tanaman pangan (ubi kayu, ubi jalar,jagung) merupakan produk hutan yang bisa dimanfaatkan sepanjang tahun dan menjadi pemecah masalah kerawanan pangan di wilayah tersebut. Bahkan ada kecenderungan bahwa cepatnya pertambahan kerapatan telah menjadikan masyarakat sulit untuk menanam tanaman pangan secara intensif. Namun demikian hasil dari tanaman kayu memungkinkan mereka membeli tanaman pangan, meskipun mereka tidak membudidayakannya.

11. Sosial Ekonomi dan Budaya Masyarakat

Masyarakat di kecamatan Geger, utamanya di 3 desa tersebut sebagian besar bermata pencaharian petani. Semua warga desa secara otomatis menjadi anggota Kelompok Tani Hutan Rakyat KTHR), yang mempunyai hak yang sama dalam pengambilan keputusan atas kelestarian semua lahan yang ada ditiap lingkungannya. Membuat rumah baru, menyelenggarakan hajatan, menyekolahkan anak serta biaya perawatan dirumah sakit merupakan event sosial yang biasanya akan sedikit mendorong mereka untuk melakukan penebangan kayu untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Pada umumnya tanaman kayu merupakan jenis komoditas yang selalu dilindungi, artinya kalaupun harus melakukan penebangan untuk memenuhi kebutuhan, maka unsur-unsur pelestarian lingkungan selalu menjadi perhatian penting. Untuk itu secar sosio ekonomi masyarakat menerapkan pola pemenuhan kebutuhan sebagai berikut. Kebutuhan ekonomi konsumsi sehari – hari akan dicukupi berlapis-lapis, sedangkan urutan prioritasnya adalah sebagai berikut pertama dari hasil panen tanaman semusim (palawijo), ternak kecil (ayam, kambing), ternak besar (sapi) kemudian baru dari hasil kayu.

Pemeliharaan tanaman jati juga bertujuan untuk tabungan masa depan, menghadapi kebutuhan mendesak dan dalam jumlah besar. Kesulitan mengakses ke layanan perbankan menjadi pola penanaman kekayaan dalam bentuk tanaman kayu jati dan mahoni menjadi pilihan yang mudah dilakukan sekaligus menambah perbesaran dari tahun ketahun.

 

(Diambil dari Laporan sertifikasi PT MAL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>